Pefindo Tetapkan Peringkat idAA- Terhadap AKR Corporindo (AKRA)
Tuesday, March 13, 2018       20:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idAA- untuk PT AKR Corporindo Tbk., () serta surat utang perseroan. Namun, outlook peringkat perusahaan naik menjadi positif dari sebelumnya stabil.
Analis Pefindo Gifar Indra Sakti dan Aryo Perbongso menyampaikan, pihaknya menegaskan peringkat idAA- untuk , obligasi berkelanjutan I 2017 dan obligasi I 2012. Namun, Pefindo meningkatkan pandangan perusahaan menjadi positif dari sebelumnya stabil.
"Kenaikan outlook disebabkan proyeksi perbaikan struktur permodalan dan arus kas," paparnya dalam keterangan resmi, Senin (12/3/2018).
Pefindo memprediksi akan menggunakan sebagian utang untuk membiayai belanja modal. Selain itu, perusahaan akan memeroleh pendanaan yang signifkan dari divestasi aset yang kurang menguntungkan.
Pada 2017, mendapatkan 778 juta renminbi atau setara dengan Rp1,6 triliun dari divestasi bisnis pelabuhan di China. Tahun ini, perusahaan akan mengantongi dana sebesar 731 juta renminbi atau sekitar Rp1,6 triliun dari divestasi perusahaan sorbitol (pemanis buatan) di China.
Perusahaan juga memeroleh kompensasi lain senilai 107 juta renminbi atau Rp233 miliar sehingga totalnya mencapai 883 juta renminbi atau Rp1,8 triliun. Di samping itu, pendapatan perusahaan berpotensi meningkat karena perbaikan bisnis distribusi bahan bakar dan penjualan lahan di kawasan industri.
Menurut Gifar dan Aryo, peringkat terhadap mencerminkan permintaan BBM yang stabil di Indonesia, jaringan infrastruktur logistik yang ekstensif, dan posisi arus kas serta likuiditas yang kuat. Namun, peringkat dibatasi oleh risiko industri pertambangan dan pengembangan kawasan industri.
Peringkat terhadap dapat dinaikan jika perusahaan mampu memperbaiki struktur permodalan. Hal ini ditunjukan dengan rasio utang terhadap EBITDA kurang dari 2x secara berkelanjutan.
Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika perusahaan agresif membiayai ekspansi melalui utang dalam jumlah besar dan penurunan harga bahan bakar. Faktor ini berdampak negatif terhadap arus kas dan laba .

Sumber : BISNIS.COM
4,580
-3.6 %
-170 %

1,539

BidLot

93

OffLot