- Pembiayaan berkelanjutan PT Bank Permata Tbk () naik 33,18% menjadi Rp30,1 triliun pada 2025 dari Rp22,6 triliun pada 2024, dengan porsi terhadap total portofolio meningkat menjadi 18,49%. Sepanjang 2023-2025, portofolio KKUB mencatat CAGR sebesar 55,6%.
- Pembiayaan sektor lingkungan turut tumbuh, antara lain energi terbarukan Rp8,4 triliun (+34% YoY), pengendalian polusi Rp6,0 triliun (+46%), dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan Rp4,9 triliun (+95%). Pembiayaan kendaraan listrik konsumer mencapai Rp86,47 miliar (+101,5%).
- Bank Permata juga memperkuat inisiatif ESG melalui penurunan konsumsi energi 4,07% dan emisi 4,90%, meraih dua sertifikasi GREENSHIP Gold, serta menjalankan program lingkungan seperti penanaman 5.000 pohon dan konservasi gajah Sumatra bersama WWF.
Ipotnews - PT Bank Permata Tbk () mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 33,18% pada pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025.
Nilai portofolio pembiayaan pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan ( KKUB ) meningkat menjadi Rp30,1 triliun pada 2025, naik dari Rp22,6 triliun pada 2024.
Berdasarkan laporan keberlanjutan (Sustainability Report) 2025 perseroan yang diunggah melalui Keterbukaan Informasi di laman IDX, Selasa (10/3), porsi pembiayaan berkelanjutan tersebut juga meningkat menjadi 18,49% dari total portofolio, dibandingkan 14,73% pada 2024.
Secara keseluruhan, portofolio pembiayaan KKUB mencatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk ( CAGR ) sebesar 55,6% sepanjang periode 2023-2025.
Bank Permata juga mencatat peningkatan pembiayaan pada Kategori Usaha Berwawasan Lingkungan ( KUBL ). Pembiayaan sektor energi terbarukan mencapai Rp8,4 triliun atau tumbuh 34% secara tahunan.
Sementara pembiayaan untuk pencegahan dan pengendalian polusi mencapai Rp6,0 triliun atau meningkat 46% secara tahunan, serta pembiayaan pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan mencapai Rp4,9 triliun atau melonjak 95% secara tahunan.
Dalam pengembangan portofolio hijau, Bank Permata mencatat pembiayaan properti ramah lingkungan sebesar Rp544,59 miliar. Perseroan juga menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik untuk segmen konsumen senilai Rp86,47 miliar atau meningkat 101,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, pembiayaan sindikasi dengan mekanisme sustainability linked-loan mencapai Rp1,59 triliun atau melonjak 195,5% secara tahunan. Penempatan obligasi berkelanjutan juga tercatat sebesar Rp2,72 triliun atau tumbuh 33,4% secara tahunan.
Pada aspek lingkungan, Bank Permata mencatat konsumsi energi terbarukan sebesar 58.668,74 kWh. Perseroan juga berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 4,07% serta mengurangi emisi yang dihasilkan sebesar 4,90%. Konsumsi air turut mengalami penurunan sebesar 0,5%.
Selain itu, Bank Permata memperoleh dua sertifikasi GREENSHIP dari Green Building Council Indonesia untuk Gedung Permata Bank Bintaro Sektor 7 Tangerang Selatan dan Gedung Permata Bank Merdeka Bandung yang masing-masing meraih peringkat Gold.
Dalam program pelestarian lingkungan, perseroan menanam 5.000 pohon kopi dan gaharu serta mendukung konservasi gajah Sumatra melalui kerja sama dengan WWF-Indonesia di Bukit Tigapuluh, Jambi yang mencakup kegiatan reforestasi, peningkatan ekonomi masyarakat, serta edukasi lingkungan. Perseroan juga mengembangkan budidaya madu kelulut yang menghasilkan 32,85 kilogram madu serta mendukung populasi 120 gajah di area konservasi.(Adhitya/AI)
Sumber : admin