Perang Dagang Rugikan Pihak Tak Bersalah, Berisiko Menambah Utang Negara Miskin
Thursday, October 11, 2018       17:21 WIB

Ipotnews - Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memperingatkan negara-negara agar tidak terlibat dalam perang perdagangan dan perang mata uang karena akan melukai pertumbuhan global dan membahayakan "orang-orang yang tidak bersalah". Penurunan pertumbuhan perdagangan global, menurut Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kimberisiko menambah utang negara-negaraberpenghasilan rendah.
"Kami tentu berharap, kita tidak bergerak ke arah perang dagang atau perang mata uang karena akan merugikan semua pihak ... dan juga akan ada banyak orang yang tidak bersalah," kata Lagarde dalam konferensi pers, di Nusa Dua, Bali, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/10).
Menurutnya, negara-negara yang menjadi bagian dari rangkaian rantai pasokan China, rentan terkena dampak perang dagang AS-China. Oleh karena itu, iamendesak negara-negara untuk "meredam" konflik perdagangan dan memperbaiki aturan perdagangan global.
Menanggapi tudingan Washington bahwa Beijing telah memanipulasi mata uangnya demi mendapatkan keuntungan perdagangan, Lagarde mengatakan bahwa melemahnya yuan terhadap dolar didorong oleh kenaikan dolar karena Federal Reserve AS menaikkan suku bunga. Bahkan dibanding mata uang negara berkembang lainnya, depresiasi yuan terhadap dolar terbilang tidak besar.
Yuan menghadapi tekanan jual yang kuat pada pertengahan tahun ini, turun lebih dari 8 persen pada periode Maret-Agustus. Beijing dapat meredam tekanan tersebut setelah menerapkan sejumlah langkah dukungan.
"Kami mendukung langkah China menuju fleksibilitas (mata uang) dan kami ingin mendorong pihak berwenang untuk melanjutkan perjalanan ini," kata Lagarde.
Lagarde mengatakan, bahwa dia percaya pemerintah China akan mengambil langkah untuk menjaga pertumbuhan, stabilitas dan kepercayaan investor di tengah memanasnya konflik perdagangan. Namun ia memahami, bahwa perlu tindakan penyeimbangan yang "rumit" untuk menjaga agar situasi fiskal tetap terkendali.
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim juga memprihatinkan terjadinya eskalasi perselisihan perdagangan. Ia mengingatkan bahwa agenda-agenda pembangunan Bank Dunia bergantung pada arus perdagangan yang kuat. Pertumbuhan akan mendapat pukulan yang sangat keras, jika semua negara mengikuti dengan saling berbalas ancaman perdagangan.
"Perdagangan sangat penting jika kita ingin mengakhiri kemiskinan ekstrim," ujar Kim. Saat ini, katanya, risiko dari penurunan pertumbuhan perdagangan adalah bertambah banyaknya negara berpenghasilan rendah yang terlilit utang.
"Kami mengkhawatirkan ketegangan perdagangan. Faktanya banyak negara berpenghasilan rendah kini telah masuk ke lilitan utang," Kim menegaskan."Ini gambaran yang merepotkan."(Reuters/kk)

Sumber : Admin