Perkiraan Laba Bersih Dipangkas, Buy Saham ADRO di Target Harga Baru
Monday, August 27, 2018       10:30 WIB

Ipotnews - PT Indo Premier Sekuritas memangkas perkiraan laba bersih PT Adaro Energy Tbk () untuk 2018 dan 2019, seiring itu target harga saham perseroan juga diturunkan namun rating buy (beli) tetap disematkan ke saham perseroan.
mencatat pemulihan pendapatan di 2Q18 tetapi tetap lebih rendah dari eskpektasi Indo Premier Sekuritas dan konsensus pasar.
Laba bersih mencapai US$121 juta, naik 63% qoq tetapi turun 3,4% yoy, sehingga laba bersih mencapai US$195 juta pada semester I 18, turun 12% yoy dan hanya 39% dan 41% masing-masing untuk perkiraan konsensus dan perkiraan Indo Premier untuk 2018.
Laba operasional mencapai US$230 juta pada 2Q18, naik 34% qoq tetapi turun 13% yoy, sehingga laba operasional semester II 2018 mencapai US$402 juta atau turun 8,4% yoy, mencapai masing-masing 40% dan 41% untuk perkiraan konsensus dan perkiraan Indo Premier untuk 2018. Meskipun ASP batubara meningkat sebesar 9% dan pendapatan naik 4% yoy pada 1H18, laba operasi menurun karena overburden removal (OB) meningkat 10% yoy.
Pada sisi lain, mempertahankan target volume produksi 54 juta -56 juta ton untuk 2018 dan kecil kemungkinan mengajukan izin tambahan kuota produksi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ). Perseroan sekarang fokus untuk mempertahankan operasi berkelanjutan.
"Kami percaya rasio stripping tetap tinggi di 2H18. Oleh karena itu, produksi tambahan di atas target awal akan sulit dicapai dengan kelangkaan alat berat baru di pasar saat ini," papar Tim Analis Indo Premier Sekuritas dalam cacatannya, Senin (27/8).
Terkait hal itu, Tim Analis Indo Premier merevisi perkiraan laba bersih sebesar masing-masing 5,7% dan 3,5% untuk 2018 dan 2019, karena menyesuaikan estimasi biaya penambangan dan menaikkan asumsi stripping ratio menjadi 5x (dari 4,8x).
Dengan perkiraan baru laba bersih itu, Indo Premier memperkirakan laba bersih menurun sebesar 7% di 2018 sebelum meningkat sebesar 14% pada 2019 dan 2020.
"Meskipun kami memangkas perkiraan laba bersih, kami mempertahankan pandangan positif jangka panjang kami untuk . Kami menyukai upaya konsisten perusahaan untuk memperluas bisnisnya. Dalam cakupan pengamatan, kami mencatat bahwa melakukan ekspansi cadangan batubara terbesar. Saat ini, memiliki cadangan batubara sekitar 1,2 miliar ton," papar Tim Analis Indo Premier.
Tim Analis lalu mempetergas rating beli (buy) saham dengan potensi kenaikan 28% sehingga target harga saham menjadi Rp2.450.
"Kami memangkas target harga kami (berbasis DCF, WACC : 12,1%, TG: 1,5%) menjadi Rp2.450 (sebelumnya Rp2.600) karena kami memangkas perkiraan laba bersih masing-masing sebesar 5,7%-3,5% untuk 2018 dan 2019. Meskipun demikian, kami mempertahankan rekomendasi Beli untuk dengan potensi naik 26% ke harga target baru kami. Kami percaya cuaca yang menguntungkan dengan curah hujan lebih rendah akan meningkatkan kinerja operasional dan meningkatkan margin di 2H18," demikian catatan Tim Analis.

Year To 31 Dec

2016A

2017A

2018F

2019F

2020F

Revenue (US$Mn)

2,524

3,258

3,452

3,725

4,149

EBITDA (US$Mn)

869

1,293

1,255

1,404

1,575

EBITDA Growth (%)

18.2

48.8

(2.9)

11.9

12.1

Net Profit (US$Mn)

335

483

449

513

587

EPS (US$Cents)

1.0

1.5

1.4

1.6

1.8

EPS Growth (%)

119.5

44.4

(7.1)

14.2

14.4

Net Gearing (%)

9.4

3.0

(6.2)

(10.7)

(15.7)

PER (x)

12.5

8.6

9.3

8.1

7.1

PBV (x)

1.1

1.0

0.9

0.9

0.8

Dividend Yield (%)

1.8

2.4

3.6

3.2

3.7

EV/EBITDA (x)

5.2

3.3

3.1

2.6

2.1

Source: , IndoPremier

Share Price Closing as of : 24-August-2018


Sumber : admin
1,555
0.0 %
0 %

3,328

BidLot

7,563

OffLot