Perpres Kopdes Merah Putih Dipercepat Selesai Satu Bulan
Monday, July 20, 2026       20:43 WIB

AI News - Menko Pangan Zulkifli Hasan mempercepat penyusunan Perpres Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target penyelesaian dalam satu bulan, guna menjadikan koperasi sebagai infrastruktur utama dalam menyalurkan bantuan, subsidi, dan berperan sebagai offtaker gabah.

Poin Penting

  • Target penyelesaian Perpres: satu bulan.
  • Jumlah koperasi desa yang direncanakan selesai: 35.872 unit.
  • Bantuan pangan yang direncanakan: 1 juta ton beras untuk 33 juta penerima dengan 10 kg per keluarga.
  • Harga pemerintah untuk gabah: Rp 6.500 per kilogram.
  • Koperasi juga akan menyalurkan subsidi pupuk, minyak goreng, dan gas serta menggelar operasi pasar.

Mengapa Pemerintah Mempercepat Penyusunan Perpres Kopdes Merah Putih?


Menurut IQPlus, Menko Pangan Zulkifli Hasan mempercepat finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target penyelesaian dalam satu bulan, agar mekanisme operasional dapat segera diimplementasikan. Penyusunan cepat itu dilakukan bersama Menteri Koperasi dan Menteri Desa, serta dipimpin oleh Deputi Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, untuk memastikan sinergi lintas kementerian. Pemerintah menilai keberadaan payung hukum yang kuat penting sebagai infrastruktur resmi dalam menyalurkan bantuan sosial dan barang bersubsidi, sehingga tidak ada keterlambatan pada tahap distribusi. Dengan percepatan tersebut, diharapkan seluruh jaringan koperasi desa yang diproyeksikan berjumlah 35.872 unit dapat diaktifkan secara bertahap mulai Agustus-September, memperkuat kemampuan pemerintah dalam menyalurkan program bantuan tepat sasaran.

Apa Sektor dan Bentuk Bantuan yang Akan Disalurkan Melalui Kopdes?


Kompas melaporkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi saluran utama bagi berbagai jenis bantuan dan subsidi, mulai dari beras, pupuk, minyak goreng, hingga gas, serta menjadi titik pelaksanaan operasi pasar di desa. Pemerintah telah memutuskan penyaluran bantuan pangan sebesar satu juta ton beras, setara 10 kg per rumah tangga, yang akan menjangkau sekitar 33 juta penerima di desil 1 dan 2 selama Juli-September. Selain itu, subsidi pupuk untuk petani dan bantuan perikanan akan langsung dialirkan ke koperasi desa, memanfaatkan kedekatannya dengan petani dan nelayan setempat. Dengan mengonsolidasikan semua bantuan melalui satu pintu, pemerintah berharap dapat meningkatkan akurasi penyaluran, mengurangi potensi penyimpangan, dan memastikan kualitas bantuan sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bagaimana Kopdes Bertindak sebagai Offtaker Gabah dengan Harga Pemerintah Rp6.500/kg?


CNN Indonesia mencatat bahwa salah satu peran utama Kopdes Merah Putih adalah sebagai off-taker gabah, yakni membeli hasil panen petani ketika harga pasar di lapangan berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Bila petani hanya dapat menjual gabah dengan harga Rp 5.000 per kilogram karena kendala transportasi atau akses pasar, Kopdes wajib membeli dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga petani tidak mengalami kerugian. Mekanisme ini tidak hanya menjamin pendapatan petani, tetapi juga membantu stabilisasi harga pangan nasional dengan menyerap surplus produksi saat harga turun. Implementasi fungsi off-taker melalui koperasi desa diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di tingkat desa.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News