Persediaan Amerika Merosot, Harga Minyak Dunia Menguat di Pasar Asia
Thursday, December 07, 2017       10:56 WIB

Ipotnews - Harga minyak menguat pada perdagangan Kamis di Asia, karena penurunan persediaan minyak mentah Amerika, namun kenaikan stok bensin dan produk hasil penyulingan membebani pasar.
Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka light sweet atau West Texas Intermediate (WTI), berada di level USD56,09 per barel pada pukul 01.01 GMT, naik 13 sen atau 0,23 persen dari penutupan terakhir, demikian laporan Reuters, di Singapura, Kamis (7/12).
Sementara itu, harga minyak mentah Brent--patokan Eropa dan internasional--menguat sepuluh sen atau sekitar 0,16 persen menjadi USD61,32 per barel.
Para trader mengatakan penguatan harga didorong penurunan persediaan minyak mentah Amerika sebesar 5,6 juta barel pada pekan hingga 1 Desember menjadi 448,1 juta barel, menempatkan stok di bawah tingkat musiman pada 2015 dan 2016.
Harga yang sedikit lebih tinggi ini terjadi setelah aksi jual yang jauh lebih besar pada perdagangan Amerika, Rabu (6/12) atau dini hari tadi WIB.
"Harga WTI tertekan (pada perdagangan Rabu) meski terjadi penurunan persediaan minyak mentah mingguan. Memang, pedagang lebih memperhatikan kenaikan persediaan bensin yang cukup tinggi," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka OANDA, Singapura.
Stok bensin Amerika meningkat 6,8 juta barel, menjadi 220,9 juta barel, jauh lebih tinggi dari ekspektasi sejumlah analis dalam jajak pendapat Reuters, yang memperkirakan kenaikan 1,7 juta barel.
"Ini menunjukkan bahwa penyuling mungkin tidak perlu memproses minyak mentah cukup banyak di masa mendatang," tutur ANZ Bank. "Laporan EIA juga menunjukkan produksi Amerika meningkat lagi."
Produksi minyak mentah Amerika naik 25.000 barel per hari (bph) menjadi 9,71 juta bph, tertinggi sejak angka bulanan menunjukkan negara adidaya itu menghasilkan lebih dari 10 juta bph pada awal tahun 1970-an, menurut data Badan Informasi Energi. (ef)



Sumber : Admin