AI News - Pada 5-7 Agustus 2026, Pertamina memfasilitasi sertifikasi bagi 21 local hero di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, menambah total tenaga ahli bersertifikat menjadi 149 orang dan memperkuat kemandirian energi desa secara nasional.
Poin Penting
- Penambahan sertifikasi: 21 local hero baru pada Agustus 2026.
- Total local hero bersertifikat: 149 orang (128 sebelumnya + 21 baru).
- Nilai ekonomi program: Rp5,65 miliar per tahun.
- Kapasitas energi terbarukan yang dihasilkan: 1.302.700 Wp.
- Manfaat bagi penduduk: 283.841 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas.
Mengapa Pertamina Mempercepat Sertifikasi Local Hero Sekarang?
Menurut laporan BeritaSatu, Pertamina mengintensifkan program sertifikasi karena transisi energi memerlukan operasional mandiri di level desa, dan kompetensi teknis menjadi prasyarat utama agar pembangkit tenaga surya ( PLTS ) dapat berkelanjutan. Dengan 262 desa yang telah bergabung, penambahan 21 local hero pada Agustus menandai fase lanjutan untuk menutup kesenjangan keahlian di wilayah-wilayah terpencil. Pelatihan mencakup regulasi ketenagalistrikan, metodologi sertifikasi, serta praktik pemeliharaan PLTS , memastikan peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menangani permasalahan harian. Hal ini, kata Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, memperkuat kemandirian energi desa sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
Bagaimana Penambahan Local Hero Meningkatkan Kemandirian Energi Desa?
CNN Indonesia menjelaskan bahwa keberadaan local hero secara langsung meningkatkan kemampuan desa untuk mengoperasikan sistem energi bersih, seperti yang terlihat di Kampung Posa, Papua Barat Daya, di mana PLTS 3,3 kWp menyediakan listrik bagi sistem Solar Water Treatment, memastikan pasokan air bersih yang stabil. Di Lombok Tengah, PLTS 6,6 kWp mendukung mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berkapasitas 5.500 watt, sehingga produksi dapat berjalan kontinu dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan local hero yang terlatih, desa-desa dapat mengelola energi secara independen, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat ketahanan energi terhadap variabilitas cuaca, yang pada gilirannya menumbuhkan ekonomi lokal.
Apa Tantangan Utama dalam Pengoperasian PLTS dan Bagaimana Program Mengatasinya?
BeritaSatu mencatat bahwa tantangan utama meliputi kebutuhan akan keahlian teknis untuk pemeliharaan, pemantauan kinerja panel surya, serta manajemen penyimpanan energi pada kondisi cuaca ekstrem. Program Desa Energi Berdikari menanggapi hal ini dengan menyediakan pelatihan intensif yang mencakup metodologi sertifikasi kompetensi dan operasional PLTS , serta menerbitkan Sertifikat Junior Operator PLTS melalui PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM . Selain itu, pendampingan berkelanjutan dari tim Pertamina memastikan adanya support teknis ketika permasalahan muncul, sehingga local hero dapat menyelesaikan isu secara cepat tanpa harus bergantung pada bantuan eksternal.
Sumber : AI News