Pertemuan Daring Dengan MSCI, BEI dan KSEI Paparkan Tiga Langkah Reformasi Pasar
Thursday, February 12, 2026       07:34 WIB
  • SRO sampaikan tiga rencana aksi: transparansi pemegang saham >1%, granularisasi 28 kelompok investor, dan kenaikan free float jadi 15%
  • BEI akan terbitkan daftar saham dengan konsentrasi pemegang saham tinggi
  • Target kenaikan batas free float 15% dikejar paling lambat Maret 2026

Ipotnews - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) kembali menggelar pertemuan virtual dengan Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) dari Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan isi pembahasan dengan MSCI bersifat rahasia sehingga tidak dapat diungkapkan secara rinci. Namun, ia memastikan diskusi berlangsung konstruktif dan fokus pada tiga rencana aksi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Self-Regulatory Organization (SRO).
"Pertemuan berlangsung secara konstruktif, seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami membahas detail dari tiga rencana aksi yang sudah disampaikan," ujar Jeffrey dalam konferensi pers.
Tiga langkah utama yang dipaparkan meliputi peningkatan transparansi pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengelompokan investor menjadi 28 kategori yang lebih granular, serta peningkatan batas minimal kepemilikan saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15%.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, BEI juga berencana menerbitkan daftar saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau shareholders concentration list, seperti yang telah diterapkan oleh Bursa Efek Hong Kong ( HKEX ).
Menurut Jeffrey, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia ke depan.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO juga telah menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (2/26). Dalam pertemuan tersebut, otoritas menegaskan komitmen untuk mempercepat kenaikan batas free float menjadi 15% paling lambat Maret 2026.
Pertemuan itu dihadiri antara lain oleh Pejabat Pengganti Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, serta Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat.

Sumber : Admin