Perundingan Dagang AS-China Dimulai, Wall Street Berakhir Variatif
Tuesday, February 12, 2019       05:26 WIB

Ipotnews - Saham Wall Street berakhir variatif setelah sesi yang berombak, Senin, karena pasar mencermati perundingan perdagangan Amerika-China yang sedang berlangsung, sementara politisi AS berupaya menghindari kembali terjadinya penutupan aktivitas pemerintah (government shutdwon).
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,21 persen atau 53,22 poinmenjadi 25.053,11, demikian laporan AFP dan CNBC , di New York, Senin (11/2) atau Selasa (12/2) pagi WIB.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 menguat 1,92 poin atau sekitar 0,07 persen menjadi 2.709,80, sedangkan Nasdaq Composite Index bertambah 0,13 persen atau 9,71 poin menjadi 7.307,90.
Investor mencermati dimulainya perundingan perdagangan di Beijing menjelang batas waktu 1 Maret yang dapat menyebabkan tambahan tarif Amerika Serikat terhadap China jika kesepakatan tidak tercapai.
"Pasar saat ini menantikan informasi tentang masalah perdagangan dan geopolitik yang masih ada," kata Brent Schutte, Kepala Strategi Investasi Northwestern Mutual Wealth Management."Kita hampir berada di titik menunggu, mencoba menilai apakah ada kemungkinan dicapai kesepakatan perdagangan."
DeputiPerwakilan Dagang AS, Jeffrey Gerrish, akan memimpin delegasi Amerika dalam pertemuan persiapan menjelang kedatangan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, pekan ini.
Delegasi China akan dipimpin Wakil Perdana Menteri Liu He, yang akan bergabung dengan Gubernur Bank Sentral Yi Gang.
"[Kami] memperkirakan dicapai kesepakatan perdagangan antara AS dan China, akhir bulan ini," tutur Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research. "China sangat membutuhkan kesepakatan untuk menenangkan permintaan Trump terkait perdagangan yang lebih adil sehingga dia tidak akan memaksakan putaran tarif impor AS dari China lagi."
Kendati kedua belah pihak mengatakan mereka membuat kemajuan besar dalam perundinganbulan lalu di Washington, komentar baru-baru ini telah menggoncang pasar keuangan, memperkuat kekhawatiran tentang bagaimana perselisihan tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan global.
Sementara itu, anggota parlemen di Washington berusaha untuk menyelesaikan kebuntuan seputar anggaran sebelum Jumat atau mengambil risiko kemungkinan government shutdown.
Presiden Donald Trump dijadwalkan tampil di Texas di mana dia diperkirakan memperkuat desakannya guna membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko.
Di antara masing-masing perusahaan, Morgan Stanley anjlok1,5 persen setelah mengumumkan akuisisi senilai USD900 juta terhadap Solium Capital, Kanada, sebagai upaya menumbuhkan lebih banyak klien muda.
Restaurant Brands International, yang menguasai jaringan restoran Burger King, Popeyes dan Tim Hortons, melonjak 1,6 persen setelah melaporkan kenaikan 12,2 persen dalam pendapatan kuartal keempat menjadi USD1,4 miliar. (ef)

Sumber : Admin