Prabowo Nominasikan Keponakan Jadi Deputi Gubernur BI, Kekhawatiran Independensi Menguat
Monday, January 19, 2026       14:24 WIB
  • Presiden Prabowo Subianto menominasikan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Gubernur Bank Indonesia (BI).
  • Langkah ini memicu kekhawatiran investor terkait independensi kebijakan moneter.
  • Nominasi muncul di tengah dorongan pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Ipotnews - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menominasikan keponakannya untuk bergabung dalam jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), menurut dua sumber yang mengetahui proses tersebut. Langkah ini memunculkan kekhawatiran baru terkait independensi bank sentral, seiring pemerintah mengupayakan dukungan lebih besar untuk mencapai target ekonomi yang ambisius.
Para investor sebelumnya telah menyoroti potensi tekanan terhadap kebijakan moneter independen di ekonomi terbesar Asia Tenggara itu, terutama karena Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, dari sekitar 5% saat ini.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah BI tahun lalu memperkenalkan skema burden sharing baru untuk membantu pendanaan sejumlah program pemerintah.
Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki latar belakang sebagai mantan pengusaha, dijadwalkan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di parlemen untuk posisi tersebut. Kedua sumber yang memberikan informasi ini meminta anonimitas karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Djiwandono, yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, disebut akan menggantikan anggota Dewan Gubernur BI saat ini, Juda Agung.
Hingga berita ini ditulis, Djiwandono, Juda Agung, juru bicara BI, serta ketua komisi parlemen yang mengawasi proses seleksi pimpinan bank sentral belum memberikan tanggapan. Juru bicara Presiden Prabowo juga menolak berkomentar.
BI dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter bulanan berikutnya pada pekan ini. Setiap anggota Dewan Gubernur--yang terdiri dari seorang gubernur dan beberapa wakil gubernur--memiliki hak suara dalam penentuan suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya.
Secara tradisional, anggota dewan BI berasal dari kalangan bankir sentral karier, ekonom, atau mantan eksekutif perbankan, yang diangkat oleh presiden dengan persetujuan parlemen.
Media domestik IDNF inancials juga melaporkan rencana penunjukan tersebut, mengutip sumber yang menyebutkan Djiwandono diperkirakan mulai menjabat pada Februari, kecuali terjadi perubahan di menit-menit akhir.
Tahun lalu, Djiwandono tercatat pernah menghadiri setidaknya satu rapat kebijakan moneter BI sebagai perwakilan Menteri Keuangan, namun tanpa hak suara.
Nominasi ini berlangsung di tengah pembahasan parlemen atas rancangan undang-undang yang memuat ketentuan untuk memperkuat peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(Reuters)

Sumber : admin