Produksi BBM Pertamax di Kilang Cilacap Terus Meningkat
Friday, October 16, 2020       18:23 WIB

Ipotnews - Produksi BBM jenis Pertamax di kilang Residual Fluid Catalytic Cracking ( RFCC ) Refinery Unit (RU) IV Cilacap setiap tahun terus mengalami peningkatan. Pada September 2020, produksi Pertamax tercatat 1.445 million barrel (MB), lebih tinggi dibanding periode September 2019 sebesar 1.127 million barrel (MB).
Hatim Ilwan, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, mengatakan untuk  lifting  September 2020 sebanyak 1.513 MB atau naik dari 1.227 MB pada September 2019. Kenaikan angka produksi dan  lifting  ini menjadi salah satu bukti bahwa kemampua Pertamina untuk menyediakan BBM ramah lingkungan tak perlu diragukan.
"Kilang RFCC menjadi pelopor kilang modern Pertamina yang ramah lingkungan dan terus meningkatkan standar produknya setara Euro 4, atau Euro 3. Ini terus berlanjut dengan hadirnya Klang Langit Biru Cilacap dan saat ini yang sedang berlangsung proyek kilang RDMP ," kata Hatim dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Hatim, menambahkan bahwa kilang RFCC pertama kali memproduksi Pertamax pada 2016. Saat ini Pertamax diproduksi dengan mencampur produk dari Platformate & Gasoline RFCC .
Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan dengan kompresi 10:1 dan 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Ini karena Pertamax mengandung pelindung anti karat untuk dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin serta menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.
BBM jenis ini dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50 ppm (part per million) . Hal ini sesuai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.
"Peraturan ini menetapkan bahwa gas buang kendaraan bermotor maksimal 50 ppm, sehingga masyarakat mendapatkan produk Pertamax berkualitas tinggi dan ramah lingkungan dengan gas buang yang lebih sedikit" ujar Hatim. (Marjudin)

Sumber : Admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA