- merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp57,74 miliar atau 57,6 persen dari total dana bersih.
- Penggunaan dana dilakukan sesuai prospektus untuk pengadaan bahan baku melalui entitas anak.
- Sisa dana IPO Rp42,49 miliar masih ditempatkan di rekening giro dan akan digunakan bertahap hingga 2027.
Ipotnews - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk () telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp57,74 miliar hingga 30 Juni 2026 atau sebesar 57,6 persen dari total dana bersih IPO yang mencapai Rp100,23 miliar.
Menurut Direktur Utama , Edwin Pranata dalam siaran pers yang diedarkan Selasa (14/7), realisasi tersebut sesuai dengan rencana penggunaan dana yang tercantum di dalam prospektus. Dana hasil IPO digunakan untuk mendukung pengadaan persediaan berupa pembelian bahan baku melalui entitas anak, PT Realfood Winta Asia.
Dia menyampaikan, penggunaan dana IPO dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan operasional dan tahapan implementasi yang telah direncanakan hingga 2027. Edwin Pranata menegaskan, pengelolaan dana IPO dilakukan secara disiplin dan bertanggung jawab sesuai dengan roadmap bisnis .
"Kami berkomitmen mengelola dana hasil IPO secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga tahun 2027 sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," ujar Edwin.
Hingga akhir Juni 2026, masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp42,49 miliar. Dana tersebut ditempatkan pada rekening giro perseroan untuk menjaga likuiditas dan akan digunakan secara bertahap sesuai jadwal penggunaan dana hingga 2027.
Sementara itu, Direktur Dwiadi Prastian Hadi mengatakan, realisasi penggunaan dana hingga Semester I-2026 masih berjalan sesuai rencana tanpa perubahan alokasi. "Realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga periode pelaporan masih berada dalam jalur yang telah direncanakan," ucapnya.
Lebih lanjut Dwiadi menyebutakan, sisa dana tetap ditempatkan pada rekening giro untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas, sehingga siap digunakan sesuai tahapan implementasi. "Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam Prospektus," tegas Dwiadi.
Ke depan, kata Dwiadi, akan melanjutkan realisasi penggunaan sisa dana IPO untuk mendukung kebutuhan operasional, menjaga ketersediaan bahan baku dan menunjang pertumbuhan usaha sesuai roadmap bisnis hingga 2027.
(Budi/AI)
Sumber : admin