Reli Dolar Memudar pada Pembukaan Asia, Pasar Fokus ke Rapat ECB
Thursday, June 14, 2018       09:14 WIB

Ipotnews - Dolar tergelincir kembali dari level tertinggi tiga minggu terhadap yen pada pembukaan pasar Asia,Kamis (14/6), dengan cepat menghapus keuntungan yang terbentuk setelah Federal Reserve mengekspresikan nada hawkish dalam kebijakannya.
Pada akhir rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal, Rabu, The Fed mengisyaratkan dua kali lagi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, didukung ekpektasi ekonomi AS yang kuat.
Penguatan greenback memudar karena para pedagang melakukan aksi ambil untung menjelang akhir rapat Bank Sentral Eropa pada Kamis malam ini. Para pembuat kebijakan diperkirakan akan membahas pengakhiran program pembelian obligasi senilai 2,55 triliun euro (2,4 triliun dolar).
Greenback pagi ini diperdagangkan pada 110,20 yen, turun sedikit setelah mencapai nilai tertinggi tiga pekan di 110,85 setelah rilis pernyataan hasil rapat The Fed. Euro bergerak cenderung mendatar di USD1,1797, memantul kembali dari USD1,1725 setelah keputusan Fed dan merayap mendekati nilai tertinggi pekanlalu sebesarUSD1,1840.
"Dalam dunia yang semakin tidak menentu, kebijakan moneter AS menjadi semakin membosankan," kata Stefan Kreuzkamp, kepala investasi di manajemen aset Deutche Bank, DWS. "Para pembuat kebijakan melukiskan gambaran yang umumnya optimis tentang prospek ekonomi AS. Meskipun friksi perdagangan sedang berlangsung," imbuhnya, seperti dikutip Reuters (14/6).
Meskipun ECB secara luas diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya pada bulan ini, beberapa pedagang berspekulasi akan ada beberapa petunjuk tentang niat ECB untuk mulai menghentikan pembelian obligasi tahun ini. Sebagian pihak beraanggapan ECB akan menahan diri untuk memberi sinyal perubahan pada program stimulus akibat masalah politik Italia dan serentetan data terbaru zona euro yang mengecewakan.
Beberapa mata uang negara berkembang diperkirakan akan mendapat tekanan karena kekhawatiran suku bunga AS yang lebih tinggi, sehingga akan mendorong arus keluar dana ke Amerika Serikat. Negara berkembang dengan ketergantungan dana asing yang besar dinilai rentan terhadap perubahan suku bunga. (Reuters/kk)

Sumber : Admin