Rupiah Lolos dari Beragam Sentimen Eksternal
Friday, December 05, 2025       16:26 WIB

JAKARTA, investor.id- Nilai tukar rupiah (IDR) memasuki zona hijau pada Jumat, 5 Desember 2025.
Pada perdagangan Rabu sore (5/12/2025), mata uang rupiah ditutup menguat tipis 5 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 10 poin di level Rp 16.648 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.653.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa penguatan rupiah terjadi di tengah ekspektasi meluas bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.
"Investor telah beralih ke pandangan bahwa The Fed mungkin akan mulai melonggarkan kebijakan seiring melemahnya momentum ekonomi," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, pada Jumat (5/12/2025). Ia mengantisipasi bahwa pelonggaran moneter bank sentral AS akan menentukan posisi rupiah ke depan.
Penguatan rupiah juga terjadi beberapa waktu setelah rilis klaim pengangguran mingguan di AS menurun tajam menjadi 191.000, yang merupakan level terendah sejak September 2022. Pada saat yang sama, laporan penggajian swasta awal pekan ini menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas 32.000 pekerjaan pada bulan November, menandakan melemahnya kondisi perekrutan.
"Fokus pasar hari ini Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan September, yang akan dirilis malam nanti pukul 22.00 WIB. Para pedagang akan memantau dengan saksama data inflasi PCE AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Federal Reserve (Fed) menjelang pertemuannya minggu depan," papar Ibrahim.
Adapun rupiah juga berhasil lolos dari sentimen ketegangan di Eropa Timur, di mana perundingan AS-Rusia yang diadakan awal pekan ini gagal menghasilkan terobosan langsung menuju gencatan senjata Ukraina.
Dari sisi internal, rupiah menguat setelah Bank Indonesia mencatat posisi Cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 mencapai USD 150,1 miliar, atau meningkat dibandingkanakhir Oktober 2025 sebesar USD 149,9 miliar.

Sumber : investor.id