Rupiah Terangkat Usai The Fed Pangkas Suku Bunga
Thursday, December 11, 2025       16:21 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar rupiah (IDR) menguat pada Kamis (11/12), setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga menjadi 3,50%-3,75%.
Pada perdagangan Kamis sore (11/12/2025), kurs rupiah ditutup menguat 12 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 20 poindi level Rp 16.676 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.689.
"Sementara itu, Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) menunjukkan bahwa sebagian besar anggota mengisyaratkan bahwa suku bunga dana federal untuk tahun depan akan berada di sekitar 3,4%, yang menyiratkan bahwa pembuat kebijakan dapat memotong 25 bps tahun depan," ungkapDirektur PT. Traze Andalan Futures,Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).
Ibrahim mengantisipasi pergerakan suku bunga The Fed ke depan akan mempengaruhi kurs rupiah. Untuk jangka panjang setelah tahun 2028, pembuat kebijakan The Fed memproyeksi suku bunga AS akan netral di sekitar level 3%.
Kurs rupiah juga menguat setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk melihat bagaimana tiga pemotongan suku bunga Fed tahun ini berdampak pada perekonomian AS.
Powell menambahkan, bahwa para pejabat Fed akan mencermati data yang masuk menjelang pertemuan Fed berikutnya pada bulan Januari. Fokus pasar hari ini adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan AS yang akan dirilis nanti malam pukul 20.30 WIB.
Selain suku bunga The Fed, rupiah juga menguat di tengah sentimen geopolitik di mana ketegangan antara AS dan Venezuela berlanjut. Sejumlahlaporan media menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker yang diidentifikasi oleh sumber maritim sebagai Skipper dicegat di dekat perairan Venezuela dalam operasi terkoordinasi yang melibatkan Penjaga Pantai AS, FBI, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.
"Penyitaan tersebut menggarisbawahi potensi gangguan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Venezuela dan menyuntikkan premi risiko pasokan baru ke pasar," kata Ibrahim.
Dari sisi internal, rupiah menguat meskiBank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5% menjadi 4,9% untuk sisa tahun 2025. Demikian juga untuk 2026 dari 5,1% menjadi 5%. Proyeksi itu lebih rendah dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) sebesar 5,2% untuk tahun 2025 dan 5,4% di 2026.

Sumber : investor.id