SMIL Bidik Pendapatan Rp 600 M di 2026, Bisnis Ini Bakal Jadi Andalan
Wednesday, November 12, 2025       11:21 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten penyewaan alat berat dan logistik PT Sarana Mitra Luas Tbk () menargetkan pendapatan sebesar Rp 600 miliar pada tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh strategi ekspansi perseroan ke sektor pertambangan batu bara, yang diharapkan menjadi sumber recurring income baru bagi .
Berdasarkan laporan keuangan 9 bulan di tahun ini, seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/11/2025) total aset tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, meningkat dari posisi Rp 1,11 triliun pada akhir 2024. Kenaikan ini menunjukkan strategi investasi perusahaan dalam memperkuat armada alat berat berjalan efektif.
Sementara itu, total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 105,31 miliar, menandakan struktur keuangan yang sehat dan terkendali. Direktur Utama , Hadi Suhermin, menyatakan bahwa target Rp 600 miliar pada 2026 akan ditopang oleh peningkatan permintaan jasa alat berat di sektor tambang batu bara.
"Kami melihat ceruk pasar yang besar pada jasa penyewaan alat berat di kawasan tambang. Batu bara masih menjadi pilar utama ketahanan energi nasional, dan kami siap menjadi mitra strategis yang menyediakan alat berat dengan efisiensi dan keandalan tinggi," ujar Hadi dalam keterangannya dikutip Rabu (12/11/2025).
Untuk memperkuat posisinya, resmi memperluas lini usaha ke sektor pertambangan melalui skema joint operation (JO) dengan sejumlah mitra strategis di bawah payung Sarana Cipta Minergi (SCM), serta menggandeng PT Barakara dan PT ATOZ sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dalam struktur kerja sama tersebut, SCM menguasai 40% saham operasional, sementara bertindak sebagai penyedia alat berat utama - mulai dari dump truck, excavator, dozer, hingga support equipment lainnya.
Tambang baru yang dikelola melalui JO tersebut berlokasi di Painan, Sumatera Barat, dengan target produksi awal 200 ribu metrik ton per bulan, dan potensi peningkatan hingga 500 ribu ton per bulan.
(ayh/ayh)

Sumber : www.cnbcindonesia.com

berita terbaru
Saturday, Dec 06, 2025 - 16:20 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 MPIX
Saturday, Dec 06, 2025 - 16:09 WIB
Kepemilikan Saham 28 November 2025 BINO
Saturday, Dec 06, 2025 - 16:02 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 BANK
Saturday, Dec 06, 2025 - 13:59 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 IPCM
Saturday, Dec 06, 2025 - 13:52 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 BSML
Saturday, Dec 06, 2025 - 12:59 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 ALII
Saturday, Dec 06, 2025 - 11:12 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 MCOL
Saturday, Dec 06, 2025 - 11:05 WIB
Kepemilikan Saham 30 November 2025 ALDO