Saham ITMA Bergerak di Bidang Apa? Inilah Profil Bisnis dan Daftar Pemiliknya
Tuesday, January 13, 2026       17:02 WIB

IDXC hannel--Saham bergerak di bidang apa? Pada perdagangan Selasa 13 Januari 2026, ditutup di harga Rp2.000 per saham, naik 8,70 persen dari pembukaan, dan masuk dalam deretan top gainers dan top value harian.
PT Sumber Energi Andalan Tbk () adalah perusahaan energi yang menjalankan kegiatan usaha di bidang pertambangan minyak, gas, dan batu bara. Melansir laman resmi perseroan (13/1/2026), perusahaan ini didirikan pada 1987.
Saat itu perseroan dididirikan dengan nama PT Itamaraya, di tahun yang sama perusahaan ini memulai aktivitas bisnis pertambangan dan energi. Pada 1990, perseroan melepas sahamnya ke publik dan statusnya berubah menjadi perusahaan terbuka.
Lalu pada 2009, melakukan ekspansi usaha ke sektor energi. Perusahaan ini sempat diakuisisi oleh investor asing, yakni Trust Energy Resources Pte Ltd. Pada 2010, barulah perseroan mengubah nama menjadi Sumber Energi Andalan.
Kemudian pada 2019 kepemilikan Trust Energy di perseroan berpindah ke Astrindo Nusantara Infrastruktur yang pada 2018 mengakuisisi 40,70 persenan saham dan menjadi pengendali baru.
Ada dua jenis kegiatan usaha utama yang dilakukan , yakni bidang perdagangan hasil tambang (ekspor-impor) dan jasa konsultasi serta kontraktor (EPC/rekayasa, pengadaan, konstruksi) terpadu untuk sektor pertambangan dan energi.
Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan didukung oleh sejumlah entitas anak usaha dengan kepemilikan langsung maupun tidak langsung.
Lalu siapa pemilik saham saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Sumber Energi Andalan Tbk.
Bergerak di Bidang Apa? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek, per 31 Desember 2026 pengendali saham adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk () dengan kepemilikan sebanyak 418 juta saham, setara 41,9 persen dari total saham terdaftar.
Pemegang saham mayoritas berikutnya di adalah:
  • PT Fersindo Nusa Jaya 133 juta saham/13,32 persen
  • PT Trukindo Persada Sejahtera 67,35 juta saham/6,74 persen
  • PT Majukarya Mandiri Indonesia 57,22 juta saham/5,73 persen
  • Masyarakat 317 juta saham/31,74 persen

Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham adalah konsorsium Halim Jusuf.
mencatatkan sahamnya secara perdana pada 1990 dengan harga penawaran Rp6.950 per saham, dari IPO ini perseroan mengantongi dana sebanyak Rp27,80 miliar.
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), ditutup Rp2.000 per saham, naik 8,70 persen dari pembukaan. Dalam satu tahun terakhir, telah mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 124,75 persenan.
Itulah informasi singkat tentang saham bergerak di bidang apa.

Sumber : idxchannel.com