Saham FCA Mendadak Bagger, Begini Kondisi Keuangannya
Thursday, December 11, 2025       15:12 WIB

JAKARTA, investor.id -PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk () menargetkan pendapatan US$ 3,67 juta pada 2026. Emiten pelayaran dan jasa pendukung migas ini juga membidik perbaikan kinerja bottom line setelah pendapatan per September 2025 tercatat melemah.
Adapun saham sedang melaju. Pada Kamis (11/12/2025), saham yang tercatat di papan pemantauan khusus FCA ini melompat lagi 9,28% ke Rp 106. Dalam satu bulan terakhir, saham berkode melejit 135,5% alias mencetak bagger .
Berdasarkan laporan keuangan, membukukan pendapatan US$ 658.149 hingga September 2025, turun 42,64% secara tahunan dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar USD 1,41 juta.
Sekretaris Perusahaan , Riduwan Kosasih, menjelaskan bahwa manajemen akan memaksimalkan proyek-proyek yang saat ini berjalan untuk mencapai target pendapatan tahun depan. Proyek di laut dalam serta di sektor minyak dan gas masih menjadi kontributor utama bisnis perseroan. "Terutama proyek-proyek di laut dalam dan migas," ujar Riduwan dalam paparan publik virtual, Kamis (11/12/2025).
Selain mendorong proyek yang sudah berjalan, perusahaan juga tengah memprioritaskan efisiensi biaya di seluruh lini. Riduwan mengatakan manajemen fokus menekan beban yang tidak memberikan nilai tambah, termasuk depresiasi dan biaya tetap. "Efisiensi biaya juga terus kami lakukan untuk biaya-biaya yang tidak diperlukan, yang mungkin akan kami pangkas untuk tahun depan," terangnya.
Hingga September 2025, rugi usaha mencapai US$ 328.063, menyempit 46,65% secara tahunan dari rugi US$ 614.928 pada September 2024. Riduwan menekankan bahwa sebagian besar kerugian berasal dari beban nonkas, terutama depresiasi dan fixed cost. "Strategi yang akan dilakukan untuk menekan kerugian, sebetulnya kerugian personal itu kebanyakan dari non-cash item," ujarnya.
Kinerja pendapatan sepanjang 2024-2025 tercatat menurun dibandingkan tahun buku 2023-2024. Pendapatan tercatat turun US$ 194.835 atau 5,6% secara tahunan. Selama periode tersebut, perseroan tidak menambah maupun melepas armada, sehingga total armada tetap 42 kapal dan dua unit crawler crane. Perseroan membukukan rugi neto US$ 2.275.576 pada 2024-2025, lebih dalam dibandingkan rugi US$ 1.415.181 pada 2023-2024.
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari jasa penyewaan kapal time charter yang mencapai US$ 3.248.228 atau 98,2% dari total pendapatan 2024-2025. Pada 2023-2024, layanan time charter menyumbang US$ 2.915.273 atau 83,3% dari total pendapatan perseroan.
Untuk tahun buku yang berakhir 30 Juni 2025, perseroan mencatat rugi komprehensif US$ 2.282.260, lebih besar dibandingkan rugi USD 1.414.246 pada 30 Juni 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan, kenaikan rugi kotor, serta meningkatnya beban umum dan administrasi yang naik US$ 183.779 atau 56,9%. Beban pajak juga naik US$ 14.333 atau 34,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber : investor.id