Saham Syariah Berpotensi Jadi Safe Haven di Saat Krisis: Studi
Thursday, December 06, 2018       16:53 WIB

Ipotnews - Investor yang mencari produk investasi untuk berlindung(safe haven) ketika pasar keuangan tengah bergejolak, perlu mempertimbangkan untuk berinvestasi di ekuitas syariah. Pembatasan utang dan diversifikasi tujuan investasi membantu memberiperlindungan di saat krisis.
Kesimpulan hasil studi Deakin Business School Melbourne tersebut, dimuat dalam Journal of International Financial Markets, Institutions and Money, edisi November. Studi tersebut juga mengindikasikan, ada perbedaan pada struktur pasar syariah, yang memungkinkan ekuitasuntuk lambat merespon efek penurunan.
"Interaksi dari kekuatan-kekuatan itu,memungkinkan indeks Islami untuk berperilaku berbeda dari yang konvensional. Terutama selama krisis keuangan, sehingga membuat mereka menjadi pelindung yang baik," ungkap tim penulis Daekin Business School."Kami menyarankan bahwa selama krisis ekonomi dan keuangan, investor sebaiknya memanfaatkan saham syariah untuk mendiversifikasi risiko," imbuh mereka seperti dikutip, Bloomberg, Kamis (6/12).
Data Islamic Financial Services Board, menunjukkan minat investor terhadap sistem keuangan syariah semakin meningkat. Hingga akhir tahun 2017, industri perbankan dan keuangan Islami global memiliki aset lebih dari USD2 triliun.
Studi ini mendefinisikan, indeks yang mematuhi prisip-prinsip syariah terdiri dari ekuitas perusahaan yang tidak terlibat dalam praktik keuangan non-Islami, perjudian, tembakau dan hiburan, serta tidak memiliki rasio utang terhadap nilai pasar melebihi 33 persen.
Dalam studi tersebut, para penulis menganalisis kinerja Dow Jones Islamic Index secara relatif terhadap terhadap sejumlah tolok ukur ekuitas yang berkembang dan bermunculan di pasar selama periode 15 tahun, sejak tahun 2000. Mereka menemukan adanya "dukungan kuat" untuk menjadikan saham syariah sebagai safe havens selama periode krisis.
Selama krisis keuangan, mereka mengatakan, saham-saham syariah bertindak sebagai tempat berlindung yang kuat, terutama bagi investor di MSCI Europe Index, MSCI Asia Pacific Index dan bursa saham Prancis, Hong Kong dan AS.
Hasil studi tersebut menunjukkan, Dow Jones Islamic Index tidak banyak menawarkan tempat berlindung di tahun krisis 2008, ketika itu rontok 39 persen. Namun demikian, indeks tersebut tetap lebih baik dibanding indeks acuan global, MSCI AS World Index yang ketika itu longsor sebesar 44 persen.
Tahun ini, Dow Jones Islamic Index turun sekitar 3 persen, atau separuh dari penurunan MSCI AS World Index.
"Perusahaan-perusahaan yang diwakili dalam indeks ekuitas syariah biasanya lebih kecil, gejolaknya rendah, bukan bagian dari industri keuangan, terutama terdaftar di AS dan mematuhi larangan agama," papar para penyusun laporan tersebut.
"Kami berpendapat bahwa fitur-fitur pembeda itu, dapat berdampak pada kinerja indeks pada saat krisis." (Bloomberg/kk)

Sumber : Admin