Sektor Telko Tunjukan Recovery, Saham EXCL Favorit
Monday, August 27, 2018       17:18 WIB

Ipotnews - Industri telko menuju arah yang lebih optimis berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini dengan mempertimbangkan pelaksanaan pendaftaran kartu SIM prabayar yang ketat dan penghapusan konsumen ponsel yang tidak valid per bulan Mei 2018.
"Dalam jangka panjang, operator telko secara umum mungkin akan lebih fokus pada penguatan kualitas rata-rata penggunaan per pelanggan ( ARPU ) daripada mengejar jumlah pelanggan dengan cara memangkas tarif," demikian ulas Analis Indo Premier Sekuritas, Paula Ruth seperti dikutip dari risetnya, Senin (27/8).
Indo Premier memperkirakan yield data efektif turun melambat menjadi -25%/-22% pada 2018/2020 dari sebelumnya -41% (YoY) pada 2017.
EBITDA tiga perusahaan telko papan atas yang melemah pada periode 2Q18 diperkirakan akan pulih pada semester kedua (2H18) berkat selesainya proses registrasi SIM card, persaingan layanan data yang lebih sehat serta upaya emiten telko untuk mengoptimalkan cost (penguatan marjin).
Pada 2H18, total EBITDA perusahaan besar telko diperkirakan naik signifikan sebesar 21 persen secara semesteran (HoH). Pemulihan EBITDA PT Indosat Tbk () diperkirakan paling cepat, tumbuh sebesar 32 persen (HoH) diikuti Telkomsel (+21 persen HoH) dan PT XL Axiata Tbk () yang diperkirakan tumbuh 11 persen (HoH).
Pertumbuhan Tahunan
Dalam periode EBITDA 2H18, Telkomsel kemungkinan berubah positif secara tahunan (2H18 naik 2 persen), lebih awal dibandingkan (2H18 flat YoY tetapi EBITDA inti tetap negatif) dan (2H17 -24% YoY).
Sebagai catatan, tingkat EBITDA tahunan berbeda dengan periode EBITDA kuartalan. Diperkirakan EBITDA 3 perusahaan besar telko turun 12 persen (YoY) pada 2018 tetapi pulih secara moderat menjadi positif, naik 6 persen (YoY) pada 2019.
Rekomendasi
Indo Premier memandang positif terhadap dengan menyoroti beberapa keuntungan dibanding perusahaan sejenis di antaranya:
-Porsi pendapatan layanan datanya paling tinggi.
-Risiko penurunan layanan telepon dan SMS lebih rendah
-Lebih tangguh dari gangguan temporer registrasi SIM pra bayar.
-Ekspansi jaringan 4G terus berlangsung di luar Jawa (saat ini didominasi Telkomsel).
Sebagai catatan mungkin terdapat gejolak dalam jangka pendek pada sehubungan risiko forex jika tingkat suku bunga belum stabil di bawah rate lindung nilai di kisaran Rp14.600 per USD terhadap utang senilai USD300 juta (jatuh tempo pada 2019).
Sementara risiko upside telko adalah bila terdapat penguatan EBITDA secara kuartalan pada hasil kinerja di periode 3Q18 serta penguatan marjin. Sedangkan risiko downside di antaranya periode musiman yang secara historikal kurang dapat diandalkan karena faktor perubahan regulasi serta perilaku konsumen.
(Riset Indo Premier Sekuritas)






Core P/E

EV/EBITDA

18F

18F

Stock

Ticker

Rating

Price

TP

18F

19F

18F

19F

ROA

ROE




(Rp)

(Rp)

(x)

(x)

(x)

(x)

(%)

(%)

Telkom



Hold

3,290

3,900

15.5

14.8

7.2

6.7

9.5%

21.7%

XL Axiata



Buy

2,950

3,500

n.m.

n.m.

5.2

4.8

-0.8%

-2.1%

Indosat



Hold

3,220

3,500

n.m.

n.m.

4.1

3.8

-6.4%

-26.1%

Source: Bloomberg, Indo Premier ; Share price closing as of 23 August 2018


Sumber : admin
2,850
-2.4 %
-70 %

2,120

BidLot

633

OffLot