Sentimen Perang Dagang Bayangi Pemangkasan OPEC, Minyak Tergelincir
Tuesday, February 12, 2019       04:22 WIB

Ipotnews - Harga minyak dunia melemah, Senin, karena kekhawatiran seputar perundingan perdagangan Amerika-China membayangi support dari pembatasan pasokan yang dimotori OPEC .
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, kehilangan 63 sen, atau satu persen menjadi USD61,46 per barel, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (11/2) atau Selasa (12/2) dini hari WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berakhir 0,6 persen lebih rendah menjadi USD52,41 per barel.
Perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dilanjutkan dengan diskusi tingkat kerja sebelum diskusi tingkat tinggi pekan ini.
Kendati Beijing memperlihatkan nada optimistis, juga mengungkapkan kemarahan pada misi Angkatan Laut AS melewatiLaut China Selatan yang disengketakan. Itu menjadi hambatan ketika kedua negara mencoba mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret ketika tarif Amerika untuk impor China senilai USD200 miliar dijadwalkan meningkat menjadi 25 persen dari sepuluh persen.
Kamis, Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret, mengurangi harapan disepakatinya pakta perdagangan dengan cepat.
Meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China merugikan kedua negara miliaran dolar dan mengganggu perdagangan global serta arus bisnis, mengguncang pasar keuangan.
"Ada banyak ketidakpastian tentang apa yang terjadi dengan perang dagang, apakah mereka akan menyelesaikannya," tutur Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago. "Kita memiliki kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan."
Namun, harga minyak didukung tahun ini oleh pembatasan produksi dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.
Kesepakatan itu, efektif mulai Januari, bertujuan untuk memotong 1,2 juta barel per hari hingga akhir Juni guna mencegah terjadinya kelebihan pasokan (oversupply). Suhail Al Mazrouei, Menteri Energi Uni Emirat Arab, Senin, mengatakan pasar minyak akan mencapai keseimbangan pada kuartal pertama 2019.
OPEC dan sekutunya akan bertemu pada 17 dan 18 April di Wina untuk meninjau kembali perjanjian itu.
Sanksi AS terhadap Venezuela, bersama dengan sanksi yang lebih lama terhadap sesama anggota OPEC , Iran, juga mencegah harga minyak mentah jatuh lebih jauh.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta dukungan OPEC terhadap sanksi tersebut, dengan menyebutkan dampaknya terhadap harga minyak dan potensi risiko bagi anggota kelompok produsen lainnya. (ef)

Sumber : Admin