Shutdown Pemerintahan AS Diprediksi Segera Berakhir, Rupiah Berpotensi Menguat
Tuesday, November 11, 2025       09:24 WIB
  • Rupiah berpotensi menguat didorong sentimen positif dari harapan berakhirnya penutupan pemerintahan AS, meski pagi ini masih melemah ke Rp16.701 per dolar AS.
  • Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700, dengan dukungan sentimen risk on pasar.
  • Presiden Donald Trump menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan untuk mengakhiri shutdown pemerintah AS, yang membuka peluang pemerintah AS segera kembali beroperasi.

Ipotnews - Kurs rupiah berpotensi menguat terhadap dolar, setelah penutupan Pemerintahan Amerika Serikat diperkirakan segera berakhir.
Mengutip data Bloomberg, Selasa (11/11) pukul 09.16 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp16.701, per dolar AS, melemah 47 poin atau 0,29% dibandingkan posisi akhir perdagangan Senin (10/11) di Rp16.654 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS didukung sentimen risk on dari harapan berakhirnya shutdown pemerintah AS. "Iya, situasi ini akan lebih cenderung mendorong ke asset dan mata uang beresiko," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Investor hari ini juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang tidak jadi dirilis pada Senin kemarin. "Kurs rupiah diperkirakan antara kisaran Rp16.600 - Rp16.700 per dolar AS," ujar Lukman.
Perlu diketahui, Presiden Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan bipartisan untuk mengakhiri penutupan (shutdown) pemerintah AS. Perkembangan penting ini memungkinkan pemerintah kembali beroperasi dalam beberapa hari lagi.
"Kami mendapat dukungan dari cukup banyak [anggota] Demokrat, dan kami akan membuka kembali negara kita," ujar Trump kepada wartawan pada Senin kemarin dikutip dari Bloomberg Technoz. "Sangat disayangkan negara ini ditutup, tetapi kami akan segera membuka kembali negara kita," ujar Trump.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan ia berharap presiden menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut menjadi UU setelah Kongres mengesahkannya.
Senat masih harus melewati prosedur yang berpotensi memakan waktu, dan anggota DPR harus kembali ke Washington untuk mengadakan pemungutan suara pertama sejak 19 September.
Pemungutan suara terakhir Senat untuk mengesahkan RUU anggaran diperkirakan akan dilakukan pada Senin tadi malam. Selanjutnya, akan dikirim ke DPR untuk disetujui, kemungkinan pada Rabu (12/11).(Adhitya/AI)

Sumber : admin