Sikap "Dovish" The Fed Bebani Laju Dolar, Emas Berkilau
Friday, January 11, 2019       14:16 WIB

Ipotnews - Emas menguat, Jumat siang, karena dolar melemah di tengah ekspektasi The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga jika ekonomi AS melambat tahun ini. Di sisi lain, investor terus mencermati berita tentang kemajuan dalam perundingan perdagangan China-AS.
Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD1.293,55 per ounce pada pukul 13.04 WIB, menuju kenaikan mingguan keempat beruntun, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (11/1). Logam kuning itu meningkat sekitar 0,7 persen sepanjang pekan ini.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat menguat sekitar 0,5 persen menjadi USD1.293,4 per ounce.
"Depresiasi dolar dan sikap The Fed yang lebih dovish adalah dua faktor yang paling memikat untuk emas," kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan Asia/Pasifik OANDA, Singapura.
"Ada kekhawatiran bagi ekonomi AS akan melambat, mungkin menjelang akhir 2019 dan memasuki 2020, sehingga pasar memperhitungan pemangkasan suku bunga."
Dolar tergelincir terhadap mata uang utama lainnya, setelah rebound pada sesi Kamis dari posisi terendah tiga bulan, dibantu oleh komentar Kepala Federal Reserve, Jerome Powell, yang menyebutkan bank sentral belum melakukan pengetatan kebijakan moneter dulu.
Penutupan sebagian aktivitas pemerintah (government shutdown) Amerika berlanjut hingga hari ke-20, dan memberikan sedikit kenyamanan bagi dolar, setelah Presiden Donald Trump mengancam penggunaan emergency power untuk mendesak Kongres mendanai tembok di perbatasan AS-Meksiko.
"Pasar (emas) tertahan sedikit karena mereka khawatir pasar ekuitas bisa reli signifikan didorong gencatan perang perdagangan," ucap Innes.
Ekuitas Asia bergerak ke level tertinggi satu bulan, tetapi momentum reli melambat sebagian karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang apakah Amerika Serikat dan China dapat membuat kemajuan dalam perundingan perdagangan mereka.
"Dilema atas perselisihan perdagangan AS-China masih menaikkan alis dan dibutuhkan kejelasan," tutur Sugandha Sachdeva, Vice President Religare Broking Ltd.
"Setelah masalah perdagangan bisa diselesaikan, dolar kemungkinan tetap tertekan, kehilangan daya tariknya sebagai safe-haven. Emas di sisi lain akan mendapatkan keuntungan."
Juga membantu tren kenaikan emas adalah kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan global, dan ditekan lebih lanjut oleh data yang suram dari Swiss dan Prancis, Kamis.
Emas spot diperkirakan menguji ulang resistance di posisi USD1.299 per ounce, dengan peluang bagus menembus di atas level ini dan naik lebih jauh ke tingkat USD1.311, menurut analis teknikal Reuters, Wang Tao.
Palladium menguat 0,8 persen menjadi USD1.331,85 per ounce, dan melonjak sekitar 2,5 persen untuk pekan ini.
Perak bertambah sekitar 0,9 persen menjadi USD15,70 per ounce, sedangkan platinum tidak berubah pada posisi USD819,74 per ounce. (ef)

Sumber : Admin