Smelter Nikel, Bauksit Dan Tembaga Dongkrak Pendapatan Negara Rp158 Triliun Selama 8 Tahun
Friday, August 16, 2024       13:31 WIB

Ipotnews - Dalam delapan tahun terakhir, Indonesia telah berhasil membangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara sebesar Rp158 triliun.
Presiden Joko Widodo mengatan kekayaan yang ada di negeri ini, dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat.Oleh sebab itu, Indonesia juga telah mengambil kembali aset negara yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing.
"Selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Semua itu bisa kita ambil alih kembali," kata Jokowi dalam pidato Sidang Tahunan MPR, di gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).
Selain itu, di saat dunia mulai mengarahkan masa depannya ke ekonomi hijau, Indonesia juga tidak mau kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW. Baik itu dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi.
Indonesia terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. "Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat," ujar Jokowi.
Di sektor teknologi dan digitalisasi, Indonesia untuk pertama kalinya memiliki INA Digital. Sebuah digitalisasi layanan pemerintah yang terintegrasi untuk mempercepat dan mempermudah layanan bagi masyarakat.
Cakupan elektrifikasi terus kita perluas hingga mencapai 99% di tahun 2024. Demikian juga dengan cakupan internet yang terus ditingkatkan hingga mencapai 79% di tahun 2024. Cakupan ini akan menjadi ekosistem yang baik untuk mendorong digitalisasi UMKM dan pengembangan start up Indonesia sehingga akan melahirkan semakin banyak entrepreneur muda berkualitas di negeri ini.
Dukungan produk dalam negeri juga diberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan belanja APBN , APBD , dan BUMN untuk produk-produk dalam negeri. "Dukungan tersebut karena kita ingin apa yang berasal dari rakyat dapat kembali ke rakyat, dan bermanfaat maksimal untuk rakyat," pungkas Jokowi.
(Adhitya)

Sumber : admin