Sterling Terbebani Sentimen Brexit, "Greenback" Bergairah Kembali
Friday, March 15, 2019       04:54 WIB

Ipotnews - Dolar AS menguat untuk kali pertama dalam seminggu, Kamis, karena pound tertahan di level yang lebih rendah menjelang pemungutan suara untuk memperpanjang batas waktu Inggris keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret.
Pound turun 0,54 persen menjadi USD1,3266 pada sesi petang di Amerika, ketika Perdana Menteri Theresa May memberikan tekanan pada anggota parlemen yang berseberangan dengan dia untuk mendukung perjanjian perpisahan Uni Eropa, saat parlemen bersiap untuk memilih apakah akan mencari penundaan keberangkatan Inggris yang pada akhirnya dapat mengganggu proses Brexit, demikian laporan Reuters, di New York, Kamis (14/3) atau Jumat (15/3) pagi WIB.
Sehari sebelumnya, mata uang Inggris itu melonjak hampir 2 persen dan mencapai level tertinggi sembilan bulan setelah anggota parlemen memberikan suara menentang potensi kepergian "tanpa kesepakatan" dari Uni Eropa.
Analis memperingatkan agar tidak menempatkan posisi besar pada sterling karena ketidakpastian tentang Brexit.
"Dengan ketidakpastian di sekitar (Brexit), bukan saatnya...untuk mengambil posisi yang cukup besar," kata Charles Tomes, analis Manulife Asset Management.
Indeks dolar, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 96,757. Indeks tersebut jatuh pada sesi sebelumnya, dan pada satu titik berada di posisi terendah sembilan hari, yakni 96,355.
Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat lebih dari perkiraan, pekan lalu, menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja, tetapi mungkin tidak sejauh yang tersirat oleh pertumbuhan lapanganpekerjaan pada Februari yang agak tersendat.
Data AS lainnya menunjukkan harga impor pada Februari naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan. Namun, tren inflasi tetap lemah karena harga impor turun secara year-on-year untuk bulan ketiga berturut-turut. Data tersebut tetap mendukung janji Federal Reserve untuk lebih "bersabar" sebelum menaikkan suku bunga.
"Di pasar valuta asing secara keseluruhan tidak ada banyak keyakinan" saat ini, kata Tomes. "Volatilitas sangat rendah dan orang tidak mau menempatkanposisi cukup besar,"
Dolar Australia turun ke level terendah dalam tiga hari setelah laporan bahwa China dan Amerika Serikat menunda pertemuan untuk mengakhiri perang dagang mereka. Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping tidak akan terjadi bulan ini, dan lebih mungkin secepatnya terjadi pada April, Bloomberg melaporkan. Terakhir Aussie berada di posisi USD0,7061, turun 0,54 persen pada hari itu.
Investor khawatir setiap eskalasi dalam konflik perdagangan akan memukul ekonomi yang berorientasi ekspor seperti Australia, yang mitra dagang terbesarnya adalah China. Yuan relatif stabil, turun 0,31 persen menjadi 6,7230 per dolar AS. (ef)

Sumber : Admin