Suspensi di ICDX, Ekspor Timah Oktober Merosot 42%
Thursday, November 08, 2018       17:05 WIB

Ipotnews - Ekspor timah olahan pada bulan Oktober turun 42 persen dari bulan sebelumnya (mtm) menjadi 5.109 ton, data kementerian perdagangan menunjukkan pada hari Kamis (8/11), setelah pemberlakuan pembatasan sebagian penjualan oleh Bursa Komoditas & Derivatif Indonesia ( ICDX ) pada Oktober lalu, terkait laporan kepolisian yang menyebutkan adanya penjualan mineral tanpa izin.
Ekspor timah Indonesia, yang merupakan terbesar dunia, turun 33 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (yoy).
ICDX menghentikan perdagangan pada pertengahan Oktober untuk timah batangan dan bijih timah yang asalnya diverifikasi oleh penilai PT Surveyor Indonesia, menyusul laporan polisi yang berkaitan dengan penjualan mineral dari sumber tanpa izin.
PT Surveyor memverifikasi hampir 70 persen timah yang diperdagangkan di ICDX antara January hingga Oktober, ungkap pihak ICDX bulan lalu.
Juru bicara ICDX , Omega Wati, Kamis (8/11), mengatakan bahwa suspensi sebagian penjualan masih berlaku dan smelter melakukan pembahasan independen dengan lembaga penilai lain, Sucofindo, untuk melakukan verifikasi.
" ICDX masih menanti kepastian dari kepolisian, ekspor tetap dihentikan sampai ada klarifikasi," tegas Omega, dikutip Reuters.
Hingga Kamis hari ini, hanya 74 lot kontrak timah paling aktif yang diperdagangkan sejak adanya suspensi pada 16 Oktober. "Bahkan belum ada perdagangan untuk November," ujar Omega.
Pada data menunjukkan dari 1 Agustus hingga 15 Oktober, setidaknya 46 lot diperdagangkan per hari.

Sumber : admin