Tambah 4 Mesin Baru, HKMU Targetkan Pendapatan Melesat Hingga 95 Persen
Thursday, March 14, 2019       19:27 WIB

Ipotnews - Berkat penambahan 4 mesin ekstrusi baru pada tahun ini, PT HK Metals Utama Tbk () optimis pendapatan bisa melonjak hingga 95%.
Hal itu diakui oleh Sekretaris Perusahaan ,Imelda Feryani, yang menuturkan bahwa perseroan menambah 4 mesin ekstrusi dan 1 mesin smelter pada tahun ini. Beberapa mesin baru ini melengkapi 3 mesin ekstrusi dan 1 mesin melter yang telah beroperasi pada tahun lalu.
Adapun satu mesin baru ekstrusi telah beroperasi pada akhir Februari 2019. Sementara, dua mesin baru akan beroperasi pada akhir Maret dan 1 mesin baru pada Mei 2019. Sedangkan, mesin smelter baru diperkirakan beroperasi pada kuartal III/2019.
Penambahan mesin baru memberikan total produksi menjadi 1.500 ton per bulan dengan kapasitas penuh, dari semula 450 ton per bulan. memperkirakan produksi aluminum ekstrusi tahun ini sebesar 12.000 ton - 13.000 ton, dari semula 3.500 ton pada 2018.
"Full year total produksi berkisar 12.000 - 13.000 ton aluminium dari penambahan 4 mesin di tahun ini," ujar Imelda kepada sejumlah media, Kamis (14/3).
Seiring dengan penambahan kapasitas produksi, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 93%-95% secara tahunan pada tahun ini. Proyeksi pertumbuhan ini berasal dari pertumbuhan bisnis manufaktur sebesar 170,2% secara tahunan dan bisnis perdagangan sebesar 66,0% secara tahunan.
Bisnis manufaktur diperkirakan akan mengambil porsi lebih besar terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan yang diperkirakan 38,5% pada 2019, lebih tinggi dari 2018 sebesar 27,8%. "Total target revenue 2019 akan tumbuh sekitar 93%-95% dibandingkan tahun lalu," tambah Imelda.
Riset Sinarmas Investment mencatatkan bisnis manufaktur menawarkan margin yang lebih tinggi dan arus kas yang lebih baik. Sinarmas Investment memberikan rekomendasi beli terhadap saham dengan target harga Rp490 sampai dengan akhir 2019, dengan potensi kenaikan 37,6%.
Pada perdagangan Kamis (14/3), harga saham ditutup pada level Rp358 per saham, turun 2 poin atau melemah 0,56%.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2018, seperti dikutip bisnis.com. mencatatkan penjualan sebesar Rp607,69 miliar, naik 73,72% secara year on year. Adapun, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp51,28 miliar, naik signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,05 miliar. (winardi)

Sumber : Admin
342
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot