Tarif Tambahan Impor Barang China Lambungkan Dolar, Kilau Emas Memudar
Thursday, July 12, 2018       04:32 WIB

Ipotnews - Harga emas jatuh, Rabu, karena ancaman tarif tambahan Amerika senilai USD200 miliar terhadap barang-barang China mendorong aliran safe haven ke dolar dan menghancurkan harapan Washington pada akhirnya akan mundur dari perselisihan tersebut.
Harga emas di pasar spot 0,91 persen lebih rendah menjadi USD1.243,85 per ounce, demikian laporan Reuters, di New York, Rabu (11/7) atau Kamis (12/7) dini hari WIB. Pada sesi sebelumnya, bullion mencapai level terendah satu pekan di posisi USD1.246,81 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus turun USD11 menjadi USD1.244,40 per ounce.
Presiden Donald Trump merinci daftar produk China yang bisa dikenakan tarif sepuluh persen. Kini jam mulai berdetak pada komentar publik selama dua bulan sebelum pungutan tersebut dikenakan.
Berita itu mendorong dolar AS ke level tertinggi sebelas bulan versus yuan dan memukul dolar Australia, tetapi euro tetap bertahan. Penguatan greenback membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor non-Amerika.
Berita tentang kemungkinan tarif Amerika yang lebih banyak terhadap China terungkap beberapa hari setelah Washington memberlakukan bea masuk 25 persen atas impor China senilai USD34 miliar, dan Beijing langsung merespons dengan pungutan dalam jumlah yang sama atas barang-barang Amerika.
Spot emas bisa menembus support di level USD1.247 dan jatuh ke arah support berikutnya di posisi USD1.237 karena telah menyelesaikan kebangkitan dari tingkat terendah 3 Juli, yakni USD1.237,32, tutur analis teknikal Reuters, Wang Tao.
Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Shares, turun 0,22 persen menjadi 799,02 ton pada perdagangan Selasa.
Di pasar yang lebih luas, saham global anjlok sementara logam merosot ke level terendah dalam setahun di tengah kekhawatiran perang perdagangan. Kejatuhan ekuitas, dipandang sebagai aset berisiko, biasanya membantu emas, safe-haven tradisional.
Perak merosot 1,44 persen menjadi USD15,82 per ounce dan platinum menyusut 1,23 menjadi USD831,90 per ounce. Pada awal sesi, kedua logam turun ke level terendah sejak 3 Juli. Palladium melemah 0,51 persen menjadi USD936,70 per ounce, setelah jatuh ke level terendah dua minggu, yakni USD931,80. (ef)

Sumber : Admin