Terbebani Ketakutan Perang Dagang, Logam Dasar Berguguran
Monday, February 11, 2019       15:51 WIB

Ipotnews - Sebagian besar logam dasar melemah, Senin, sesi perdagangan pertama untuk pasar China setelah libur nasional selama sepekan, dengan seng (zinc) Shanghai mengikuti kejatuhan harga London yang berkelanjutan di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan sengketa perdagangan.
Putaran terbaru perundingan perdagangan dimulai di Beijing, Senin, setelah serangkaian pertemuan di Washington pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan dan dengan Gedung Putih menyatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
"...tidak adanya pertemuan yang direncanakan antara kedua kepala negara sebelum (batas waktu kesepakatan 1 Maret) membayangi sentimen," kata ANZ, merujuk pada Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.
Seng Shanghai mencapai level terendah dalam lebih dari dua pekan dan lead (timbal) Shanghai memimpin penurunan 3,8 persen, sedangkan logam LME berguguran di seluruh papan, dengan dolar yang kuat juga mengurangi mood pelaku pasar.
Kontrak seng yang paling aktif diperdagangkan untuk kontrak pengiriman Maret di Shanghai Futures Exchange anjlok sebanyaknya 3,3 persen, penurunan intraday tertajam dalam sebelas pekan, sebelum melemah 3,1 persen menjadi 21.610 yuan (USD3.191,84) per ton ketika pasar ditutup pada pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, harga seng London untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) merosot 2,3 persen menjadi USD2.642 per ton pada pukul 14.19 WIB, demikian laporan Reuters, di Manila, Senin (11/2).
Negosiator Amerika sedang bersiap untuk menekan China minggu ini atas tuntutan lama bahwa negara itu akan mereformasi cara memperlakukan kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan AS untuk menyegel kesepakatan perdagangan yang dapat mencegah kenaikan tarif terhadap barang-barang China.
Dolar tetap berada di dekat level tertinggi enam pekan terhadap sekeranjang mata uang karena kekhawatiran atas ketegangan perdagangan AS-China dan pertumbuhan global mendorong investor menuju greenback yang dinilai lebih aman.
Dolar AS yang kuat membuat logam yang berdenominasi greenback itu menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, tembaga ditutup hampir flat di posisi 48.190 yuan per ton; aluminium anjlok 1,1 persen menjadi 13.315 yuan, nikel ditutup melonjak hampir dua persen menjadi 100.350 yuan, timbal jatuh 3,8 persen menjadi 16.770 yuan, dan timah 1,3 persen lebih tinggi jadi 150.500 yuan. (ef)

Sumber : Admin