Terbebani Ketegangan Perdagangan, Tembaga Shanghai Merosot Empat Sesi
Thursday, December 06, 2018       15:12 WIB

Ipotnews - Harga logam industri melanjutkan penurunan, Kamis petang, karena kekhawatiran atas lemahnya permintaan yang disebabkan oleh ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menyusut sekitar 0,7 persen menjadi USD6.139,5 per ton pada pukul 14.26 WIB, memperpanjang kejatuhan dari sesi sebelumnya, demikian laporan Reuters, di Beijing, Kamis (6/12).
Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange ditutup merosot sekitar 0,9 persen menjadi 48.980 yuan (USD7.111,02) per ton, penurunan empat hari beruntun.
China dan Amerika Serikat sepakat untuk gencatan senjata dalam perang dagang mereka selama berbulan-bulan, di ajang KTT G-20, Argentina, akhir pekan lalu, dengan Presiden Donald Trump setuju untuk menahan diri dari menaikkan tarif pada 1 Januari.
Namun, Trump juga memperingatkan Amerika siap menjatuhkan tarif lebih besar atas impor China senilai USD200 miliar jika kedua belah pihak tidak dapat menyelesaikan perbedaan mereka sebelum 90 hari.
"Harga tembaga masih berjuang untuk menemukan arah karena negosiasi perdagangan akan memakan waktu cukup lama," kata analis CITIC Futures.
Sektor jasa China tumbuh pada laju tercepat dalam lima bulan, November, berkat peningkatan pesanan baru, menurut survei swasta yang dirilis Rabu, meski prospek untuk bisnis selama tahun depan memburuk untuk bulan ketiga.
Pertumbuhan ekspor Cina diperkirakan melemah pada November, meski masih dua digit, karena melambatnya permintaan global mengimbangi kesibukan selama berbulan-bulan untuk mengirim barang ke Amerika Serikat menjelang kenaikan tarif. (ef)

Sumber : Admin