Terbebani Sentimen Perang Dagang, Zinc Jatuh ke Level Terendah Dua Pekan
Tuesday, February 12, 2019       06:03 WIB

Ipotnews - Seng ( zinc ) merosot ke level terendah dua pekan, Senin, jatuh bersama dengan logam industri lainnya karena para spekulan melakukan aksi jual setelah merespons kekhawatiran terhadap perundingan dagang Amerika-China dan pertumbuhan global.
China menyatakan kemarahannya terhadap misi Angkatan Laut AS melewati Laut China Selatan yang disengketakan setelah Presiden Donald Trump, pekan lalu,mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret untuk kesepakatan perdagangan.
Investor China, kembali beraktivitas setelah libur Imlek selama seminggu, tampaknya lebih fokus pada berita suram ketimbang optimisme yang diungkapkan oleh pemerintah, Senin, tentang putaran terbaru pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat.
"Kita telah melihat kenaikan harga logam dasar, dengan banyak katalis positif pada negosiasi perdagangan, dan sekarang balon itu tampaknya telah tertusuk," kata Ross Strachan, ekonom Capital Economics di London.
"Tampaknya ada lebih banyak kesadaran bahwa berusaha mendapatkan kesepakatan jangka panjang yang permanen antara kedua pihak sangat sulit dibayangkan."
Harga patokan seng di London Metal Exchange melonjak hampir seperlima pada bulan ini hingga 5 Februari, ketika menyentuh level tertinggi tujuh bulan di posisi USD2.810 per ton.
Namun, sejak itu merosot enam persen dan merupakan penurunan logam dasar LME terbesar pada sesi Senin. Seng anjlok 2,2 persen pada penutupan menjadi USD2.644 per ton, setelah sebelumnya menyentuh USD2.631, tingkat terendah sejak 25 Januari, demikian laporan  Reuters , di London, Senin (11/2) atau Selasa (12/2) dini hari WIB.
Investor tampaknya menepis berita bahwa persediaan seng LME terkikis lebih jauh ke titik terendah sejak Januari 2008.
Secara teknikal, seng tertekan aksi jual karena gambaran grafik yang lemah, tutur Matt France, analis Marex Spectron. "Seng terlihat paling rentan secara teknikal karena telah menembus pergerakan rata-rata 200 hari (MA-200) di posisi USD2.660."
Sementara itu, harga tembaga untuk kontrak pengirimantiga bulan di LME merosot satu persen menjadi USD6.150 per ton setelah BUMN tambang Chili, Codelco, Sabtu, mengatakan bahwa mereka berharap bisa segera memulai kembali aktivitas di tambang tembaga Chuquicamata.
Timbal atau  lead  LME menyusut 1,7 persen menjadi ditutup pada level terendah dua minggu di posisi USD2.045,50 per ton.
Pelemahan timbal diperkirakan hanya berumur pendek, kata Stphanie Aymes, Kepala Analisis Teknikal Societe Generale. "Begitu pergerakan di luar USD2.132/35 terbentuk, timbal akan memperpanjang pemulihan menuju USD2.185 dan mungkin bahkan menuju level tertnggi Mei 2018, yakni USD2.241/28."
Juga membebani logam dasar adalah apresiasi dolar, membuat komoditas berdenominasi  greenback itu menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Logam industri lainnya, aluminium ditutup tidak berubah pada posisi USD1.880 per ton, nikel turun 0,6 persen menjadi USD12.490 dan timah melemah 0,1 persen jadi USD21.025. (ef)

Sumber : Admin