Testimoni The Fed Diprediksi Mendorong Penguatan Dolar AS
Wednesday, July 01, 2020       10:11 WIB

Ipotnews - Pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat dan Chairman The Fed mendorong optimisme investor pada perekonomian AS. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga akan dipengaruhi data inflasi Juni yang akan diumumkan BPS hari ini.
Mengutip data Ipotnews, Rabu (1/7) pukul 09.35 WIB, kurs rupiah diperdagangkan pada level Rp 14.240 per dolar AS. Posisi ini melemah 60 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan pasar uang pada Selasa sore (30/6) di level Rp 14.180 per dolar AS.
Ekonon PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede mengatakan bahwa dolar AS diperkirakan akan menguat hari ini. Penyebabnya adalah pelaku pasar merasa lega setelah kemarin, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, memberikan testimoni kepada Kongres AS. Dalam testimoninya, ia menyatakan bahwa dana yang saat in tersisa masih bisa direalokasi kepada sektor perjalanan dan hiburan, sektor yang terkena dampak terbesar pada krisis COVID-19.
"Mnuchin juga berjanji bahwa pemerintah AS akan mengesahkan kebijakan pelonggaran di akhir Juli," kata Josua dalam penjelasannya, Rabu (1/7).
"Tidak hanya pemerintah AS, Chairman The Fed, Jerome Powell, juga memberikan testimoni kepada Kongres dan menyatakan bahwa pengendalian penyebaran COVID-19 menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi. Testimoni ini memberikan optimisme bagi para investor, dan mendorong kenaikan sentimen risk-taking. "Kenaikan sentimen ini diindikasikan oleh penguatan pasar saham AS, diikuti oleh kenaikan yield obligasi AS," ujar Josua.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar pada hari ini menanti pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan merilis inflasi pada bulan Juni. Josua memprediksi bahwa inflasi akan berada pada level 1,80% YoY atau 0,02% MtM.
"Jadi kurs rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 14.500 - Rp 14.650 per dolar AS," tutup Josua.
(Adhitya)

Sumber : Admin