The Fed Bakal Setop Kenaikan Suku Bunga, Kejatuhan Wall Street Tertahan
Friday, December 07, 2018       05:33 WIB

Ipotnews - Laporan yang menyebutkan Federal Reserve segera menghentikan kenaikan suku bunganya mendorong laju pasar saham Amerika, Kamis, mengimbangi kekhawatiran perang perdagangan dan memungkinkan Wall Street untuk pulih kembali dari kejatuhan di sesi awal.
Dow Jones Industrial Average, yang merosot tiga persen pada awal sesi, berakhir dengan penurunan hanya 0,32 persen atau 79,40 poin menjadi 24.947,67, demikian laporan AFP dan CNBC , di New York, Kamis (6/12) atau Jumat (7/12) pagi WIB.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 melemah 01,5 persen atau 4,11 poin menjadi 2.695,95, namun Indeks Komposit Nasdaq menguat 29,83 poin atau sekitar 0,42 persen untuk mengakhiri sesi di posisi 7.188,26.
Saham Wall Street dibuka melemah tajam karena penangkapan petinggi raksasa teknologi China, Huawei, atas desakan Amerika Serikat memperburuk kekhawatiran bahwa gencatan senjata dalam perang dagang antara kedua negara mungkin akan berantakan.
"Ada kekhawatiran kesepakatan perdagangan tidak sebaik yang dikatakan [Presiden Donald] Trump," ujar Mark Esposito, CEO Esposito Securities. "Ketakutan mengenai resesi juga masih bertahan di pasar. Sudah pasti lebih aman memegang uang tunai saat ini," papar Esposito. "Saya tidak berpikir kejatuhan sudah berakhir."
Dow anjlok hampir 800 poin pada titik terendah hari itu, sebelum akhirnya pulih kembali.
Kemudian pasar melejit pada jam terakhir perdagangan setelah Wall Street Journal menerbitkan laporan yang mengatakan The Fed dapat mengadopsi sikap wait and see untuk kenaikan suku bunga di masa mendatang, menyusul kemungkinan kenaikan pada pertemuan kebijakan Desember.
"Apa yang ditunjukkan pekan minggu ini adalah kepekaan luar biasa terhadap berita, lebih dari biasanya," kata Delores Rubin, trader Deutsche Bank Wealth Management. "Sangat sulit untuk menavigasi pasar sejauh ini."
Secara luas, investor masih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada 19 Desember, tetapi kemungkinan sekarang turun menjadi 69,8 persen, dari 82,7 persen seminggu lalu, menurut pasar berjangka.
Saham raksasa perbankan melemah di tengah ekspektasi The Fed yang lebih dovish, dengan JPMorgan Chase, Citigroup dan Bank of America masing-masing kehilangan dua persen atau lebih.
Saham-saham terkait minyak juga berguguran di tengah kejatuhan harga minyak karena anggota OPEC memperdebatkan pemotongan produksi guna merespons pelemahan harga. Saham Apache turun 3,3 persen, Halliburton -5,8 persen dan ExxonMobil -2,1 persen.
Boeing merosot 3,1 persen karena kekhawatiran perang perdagangan dan ketika raksasa kedirgantaraan itu terus menghadapi pengawasan menyusul kecelakaan 29 Oktober di Indonesia, yang menyebabkan 189 orang meninggal.
Kepala maskapai penerbangan itu, Lion Mentari Airlines, dilaporkan mengancam akan membatalkan pesanan tambahan pesawat Boeing. Tetapi CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan kepada CNBC bahwa kontrak tersebut bersifat jangka panjang dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh salah satu pihak. (ef)

Sumber : Admin