"Greenback" Reli, Emas Bertahan di Posisi Terendah Satu Tahun
Friday, August 10, 2018       14:11 WIB

Ipotnews - Harga emas merosot di Asia, Jumat petang, bertahan di dekat level terendah satu tahun, terbebani reli dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan politik global.
Harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD1.206,29 per ounce pada pukul 06.18 GMT, melayang mendekati level terendah satu tahun USD1.204 yang dicapai pekan lalu, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (10/8).
Logam mulia juga berada di jalur untuk mencatatkan penurunan mingguan kelima. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,5 persen menjadi USD1.213,4 per ounce.
"Dolar yang kuat mempengaruhi harga emas. Meski ketegangan geopolitik meningkat, sisi pelemahan emas masih mengendalikan harga dan mendorong sisi penguatan keluar dari batas mereka," kata Naeem Aslam, analis ThinkMarkets.com.
Dolar AS, di mana emas dihargakan, hari ini memperpanjang penguatan untuk menembus level tertinggi 13 bulan terhadap sekeranjang mata uang karena mata uang Eropa seperti pound dan euro terus kehilangan daya tarik.
Di sisi lain, sanksi baru Amerika terhadap Moskow memicu kejatuhan rubel Rusia yang mendekati level terendah dalam dua tahun, sementara lira Turki anjlok di tengah keretakan diplomatik dengan Washington.
Harga emas, yang biasanya mendapatkan dukungan selama masa ketidakpastian, sebagian besar gagal mengambil manfaat dari meningkatnya ketegangan geopolitik tahun ini, karena investor memilih "cari aman" dalam dolar ketimbang logam mulia.
Juga menambah tekanan pada emas adalah ekspektasi untuk suku bunga yang lebih tinggi di Amerika Serikat, di mana Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga acuan bulan depan untuk ketiga kalinya tahun ini.
Perekonomian Amerika juga "sangat baik" dengan pertumbuhan yang berkelanjutan membuka jalan untuk satu atau dua kali kenaikan suku bunga pada 2018, ungkap Presiden Bank Federal Reserve Chicago, Charles Evans, Kamis, dalam sebuah wawancara di mana dia menepis kekhawatiran awal tentang inflasi yang lemah.
Suku bunga Amerika yang lebih tinggi cenderung mendorong dolar dan imbal hasil US Treasury, menambah tekanan pada bullion yang dihargakan dalam dolar, dan tidak memberikan imbal hasil.
Spot emas terlihat netral dalam kisaran USD1.206-1.220 per ounce, kata analis teknikal Reuters, Wang Tao.
Logam lainnya, perak turun 0,6 persen menjadi USD15,32 per ounce. Platinum melemah 0,4 persen jadi USD827,20, sedangkan palladium kehilangan hampir satu persen menjadi USD899,10. Ketiga logam itu bergerak menuju penurunan mingguan. (ef)

Sumber : Admin