- Indeks ditutup di level 6.524, naik 23 poin dengan net buy asing Rp733,7 miliar.
- Sembilan sektor menguat, dipimpin keuangan, energi, dan industri; hanya teknologi dan kesehatan melemah.
- Minyak dunia naik 2,89% ke USD86,83 per barel, sementara Wallstreet melemah akibat lonjakan yield US Treasury.
Ipotnews - IHSG melanjutkan sesi penguatan pada awal perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8), di level 6.524 atau naik 23 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang melonjak 1,68 persen ke level 6.501 dengan disertai aksi beli bersih asing sebesar Rp733,7 miliar.
Penguatan ini memperpanjang catatan kinerja positif IHSG yang terjadi sepanjang pekan ini kecuali pada perdagangan hari Rabu (19/8) yang berakhir melemah. Lalu pada pukul 09.05 WIB indeks terus naik sebesar 0,45 persen atau 30 poin ke level 6.531 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.534 serta terendah di level 6.507 yang konsisten di zona hijau.
Sebanyak 285 emiten yang bergerak menguat, 187 emiten melemah dan 491 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 160,5 ribu kali dengan nilai Rp1,29 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp11,47 triliun.
Sembilan sektor terapresiasi dan dua sektor melemah yaitu teknologi -0,23 persen menjadi 6.999 dan kesehatan -0,45 persen menjadi 1.534. Untuk sektor yang menguat adalah transportasi sebesar 0,20 persen ke level 1.815, properti 0,17 persen menjadi 841 dan infrastruktur 0,34 persen menjadi 1.916.
Lalu sektor konsumer non primer 0,06 persen menjadi 713, konsumer primer 0,24 persen menjadi 956, industri 0,48 persen menjadi 1.589, keuangan 0,78 persen ke level 1.376, energi 0,50 persen menjadi 3.243, sektor bahan baku 0,45 persen ke level 1.804.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Brigita Kinari menyatakan bahwa penguatan IHSG yang terjadi kemarin juga diikuti oleh rupiah yang menguat di level Rp17.748 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini dikaitkan dengan adanya sentimen positif dari Otoritas Bursa yang berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per sahamnya.
Lalu BEI juga berencana menghapus beberapa kriteria di papan pemantauan khusus yang berkaitan dengan batas harga Rp50. Kemudian BEI juga bakal melakukan perubahan batas minimum harga saham tersebut juga akan diikuti dengan penyesuaian batas auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB).
Dari pasar Amerika Serikat (AS), Wall Street kompak ditutup melemah yang dipicu oleh peningkatan yield US treasury ke level 4,7 persen meski telah dilakukan buyback oleh Departemen Keuangannya.
Dari sisi komoditas, harga minyak dunia menguat 2,89 persen ke USD86,83 per barel. Sebaliknya, emas turun tipis 0,10 persen ke USD4.516 per troy ounce, dan batubara menguat 0,58 persen ke USD130,5 per metrik ton.
"Harga minyak kembali menguat setelah D-Day Ekonomi AS ke Iran, ini semakin membuat hawa (sentimen) semakin panas. AS sendiri mengancam sanksi keras terhadap negara yang memberikan bantuan ke Iran," katanya.
Brigita merekomendasikan tiga saham pilihan yang patut dicermati investor, yaitu :
- strategi Buy (Entry 900 Target 990 Stop loss 855)
- strategi Buy on Pullback (Entry 1.435-1.455 Target 1.590 Stop loss 1.395)
- strategi Buy (Entry 2.940 Target 3.180 Stop loss 2.830).
(Marjudin/AI)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM