- Bursa Asia dibuka melemah mengikuti penurunan Wall Street, di tengah kenaikan yield US Treasury dan kekhawatiran inflasi.
- Ketegangan AS-Iran berlanjut setelah Scott Bessent mengancam isolasi ekonomi terhadap Iran.
- IHSG berpeluang menguat menuju 6.600, namun rawan profit taking setelah menembus 6.500 dan menguji EMA100 di 6.582.
Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (21/8), bursa saham Asia dibuka melemah, mengikuti penurunan tajam di Wall Street seiring kembali naiknya imbal hasil US Treasury bertenor panjang. Upaya Washington untuk meredam gejolak pasar obligasi gagal mengurangi kekhawatiran investor terhadap inflasi.
Laman CNBC melaporkan, ketegangan antara AS dan Iran berlanjut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent berjanji bahwa AS akan menciptakan "isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia" terhadap Iran.
"Jika kita menerapkan tekanan ekonomi maksimum, kemungkinan besar tidak akan terjadi dimulainya kembali konflik berskala besar," kata Bessent kepada CNBC .
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,21%. Indeks berlanjut turun 0,24% menjadi 9.062,30 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka merosot 1,07%, dan Kosdaq anjlok 2,44%. Kospi berlanjut turun tipis 0,03% di posisi 6.850,27.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,14% ke 65.461,32, setelah dibuka melorot 0,92%, dan Topix turun 0,40%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hongkong berada di level 25.696, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.698,49.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang menguat, namun rawan profit taking di tengah aksi jual asing, setelah melonjak 1,68% ke level 6.501,58 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,67% ke USD12,50.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Profit taking atau konsolidasi jangka pendek sangat mungkin terjadi, terutama pada saham-saham yang sudah mengalami kenaikan signifikan.Secara teknikal keberhasilan IHSG menembus 6.500 menjadi sinyal positif karena mengonfirmasi keberlanjutan rebound, berpeluang menuju 6.600.
Analis Indo Premier berpendapat, lonjakan IHSG pada sesi perdagangan kemarin, didorong penguatan Rupiah dan kebijakan baru BEI yang menghapus batas minimum harga Rp50. Secara teknikal, IHSG kini menguji resistance EMA100 di 6.582, level yang menjadi penghalang tren jangka panjang sepanjang 2026. Pendekatan ke level tersebut dinilai lebih kuat karena didukung reformasi struktural, bukan sekadar sentimen pasar.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah. Kenaikan kembali yield US Treasury mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Sentimen pasar juga memburuk setelah kinerja Walmart mengecewakan. Harga minyak yang terus meningkat kembali memicu kekhawatiran inflasi. Lonjakan harga bensin membuat konsumen mengurangi pengeluaran.
Saham Walmart terjungkal 9,2%, gagal memenuhi ekspektasi penjualan. Sektor consumer staples (-1,93%) dan consumer discretionary (-1,8%) memimpin penurunan S&P 500. Saham peritel Costco, Dollar Tree, dan Albertsons merosot 1% hingga 2,6%. Indeks sektor energi naik 0,4%. Saham perusahaan pelayaran wisata Royal Caribbean Group dan Carnival Corp terperosok lebih dari 4%. Real estat menguat 0,15%. Strategy dan Coinbase Global melesat lebih dari 7%.
- Dow Jones Industrial Average merosot 1,32% ke 52.759,21.
- S&P 500 menyusut 0,87% ke posisi 7.641,16.
- Nasdaq Composite Index melorot 1% ke 26.067,17.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah. Harga minyak naik ke atas USD90 per barel memicu kembali kekhawatiran inflasi akibat konflik AS-Iran. Upaya AS meningkatkan dukungan likuiditas obligasi berjangka panjang, membantu membatasi tekanan di bursa Eropa. Indeks harga produsen Jerman meningkat sepanjang Juli dengan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun.
Indeks STOXX 600 melemah 0,12% menjadi 650,35. Sektor energi meningkat 0,9%. Saham perjalanan dan rekreasi melorot 0,7%. Saham barang mewah tertekan. Kering dan LVMH terperosok 3,6% dan 2,8%. JD Sports terjungkal 14,3%. Novonesis melesat 9,7% karena kinerja dan prospeknya membaik.
- CAC 40 melorot 0,57% menjadi 8.453,09.
- DAX Jerman turun 0,42% menjadi 25.983,04.
- FTSE 100 Inggris naik tipis 0,04% di 10.748,16.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat. Investor menilai efektivitas program pembelian kembali US Treasury jangka panjang. Departemen Keuangan AS berencana menggandakan buyback obligasi tenor 10-30 tahun menjadi sedikitnya USD4 miliar per operasi. Namun, kenaikan kembali yield Treasury membuat pasar meragukan efektivitas kebijakan tersebut.
Buyback obligasi AS sempat menekan dolar karena kekhawatiran defisit fiskal AS dan munculnya strategi debasement trade . Investor kini menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole terkait arah kebijakan suku bunga. Risalah rapat Juli The Fed menunjukkan peluang kenaikan suku bunga. Euro dan yen melemah, namun poundsterling menguat. Indeks DXY naik tipis 0,06% di 98,89.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1687 | 0.00 | 0.08% | 7:18 PM |
Yen (USD-JPY) | 158.89 | 0.16 | 0.10% | 7:18 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3640 | 0.00 | 0.07% | 7:18 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,748 | 92.00 | 0.52% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7250 | 0.01 | 0.10% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 20/8/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir melonjak lebih dari 2%. Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam Iran dengan perang ekonomi dan isolasi berskala besar. Trump juga mengancam negara-negara yang mendukung Iran yang berpotensi memperburuk hubungan AS-China. China merupakan pembeli terbesar minyak Iran. Uni Emirat Arab mulai menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut,
Blokade Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas energi terus mengganggu pasokan minyak dan gas global. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum perang yang mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. Persediaan distilat AS turun untuk pekan ketiga, sementara stok minyak mentah justru meningkat 4,4 juta barel.
- Harga Brent berjangka melonjak 2,4% ke USD93,78 per barel.
- Harga WTI berjangka melaju 2,3% ke USD87,83 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat. Harga emas spot cenderung mendatar setelah sempat anjlok ke USD4.450,08. Laju emas terhambat aksi ambil untung, risalah The Fed yang hawkish, dan kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Risalah rapat Juli The Fed cenderung hawkish , menunjukkan peluang kenaikan suku bunga. Pasar memperkirakan probabilitas 67,4% The Fed mempertahankan suku bunga September.
Prospek suku bunga riil jangka panjang yang lebih rendah mendongkrak harga emas berjangka. Morgan Stanley memperkirakan emas berpotensi menembus USD5.000 per ons pada 2027. Harga logam mulai lainnya; perak spot melonjak 1,9% ke USD68,16 per ounce, platinum stabil di USD1.824,72, dan paladium turun tipis 0,1% di USD1.330,74.
- Harga emas di pasar spot turun tipis 0,1% di USD4.516,19 per ounce.
- Harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD4.571,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)
powered by: IPOTNEWS.COM