News & Research

Reader

Bursa Siang: Saham Asia Bervariasi, IHSG Tak Bertenaga di Tengah Sepinya Regional
Monday, April 06, 2026       12:40 WIB
  • IHSG merosot tajam -0,79% ke level 6.971 pada sesi I meskipun volume perdagangan moderat
  • Ketegangan global memuncak setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka pada hari Selasa
  • Sebagian besar bursa utama Asia (Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Australia) tutup karena libur Paskah dan Festival Qingming.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tenggelam di zona merah pada perdagangan Sesi I hari Senin (6/4). IHSG tumbang 55 poin atau -0,79% ke level 6.971.
Sebanyak 177,5 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp84,83 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Indeks sektor saham konsumer primer menjadi yang terkuat. Sektor tersebut naik 1,61% didukung sahma-saham +2,04%, ERRA +0,56%, +0,27%
Sementara sektor konsumer non primer paling buruk, turun -1,40%. Saham sektor ini yang loyo di antaranya -1,92%, -1,81%, -1,55%, -1,07%, -1,02%, -0,75%.
Bursa Asia
Pasar saham bervariasi pada perdagangan hari Senin (6/4) karena Presiden AS Donald Trump bersumpah akan membuat "neraka" jika Teheran tidak memenuhi tenggat waktu untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Banyak pasar di Asia tutup pada hari Senin karena hari libur. Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong merayakan Paskah. Sementara Tiongkok daratan dan Taiwan merayakan Festival Qingming, hari libur membersihkan makam.
Ancaman berulang Trump untuk menghancurkan infrastruktur sipil termasuk pembangkit listrik dan jembatan jika jalur air vital tersebut tidak dibuka pada hari Selasa telah membuat para pedagang waspada terhadap serangan balasan oleh Iran terhadap target di negara-negara Teluk.
"Minggu ini akan terus didominasi oleh perkembangan di Timur Tengah, meskipun sejumlah besar rilis data -- termasuk risalah FOMC Maret, pendapatan pribadi Februari, dan CPI Maret -- akan bersaing untuk mendapatkan perhatian," kata Yardeni
Presiden riset dan kepala strategi investasi Ed Yardeni, merujuk pada Komite Pasar Terbuka Federal yang menetapkan kebijakan moneter AS.
Indeks Saham Asia
Nikkei225 (Jepang) +1,34%
Topix (Jepang) +0,66%
Indeks Kospi (Korsel) -1,14%
Indeks Kosdaq -1,55%
Asia Currencies
Yen up 0,06% menjadi 159,57 per USD
SGD melaju 0,02% menjadi 1,2864 per USD
AUD naik 0,19% ke posisi 0,6907 per USD
Rupiah down 0,34% menjadi 17.038 per USD
Rupee naik 0,22% ke 92,8925 per USD
Yuan menguat 0,05% ke 6,8822 per USD
Ringgit turun 0,01% ke 4,0328 per USD
Baht melaju 0,32% ke 32,585 per USD
Oil
Harga minyak naik pada hari Senin (6/4) karena kekhawatiran yang terus berlanjut akan hilangnya pasokan akibat gangguan pengiriman di wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah yang disebabkan oleh perang AS-Israel dengan Iran.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik $1,71 atau 1,6% menjadi $110,74 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik $0,71 atau 0,6% menjadi $112,25 per barel.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur minyak dan produk petroleum dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sebagian besar masih tertutup akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal setelah perang dimulai pada 28 Februari.
Karena gangguan pasokan dari Timur Tengah, kilang-kilang minyak mencari sumber alternatif untuk minyak mentah, khususnya untuk kargo fisik di AS dan Laut Utara Inggris.
"Para pembeli global menawar secara agresif untuk barel minyak (Pantai Teluk AS) dan harga Brent bahkan naik lebih cepat," kata Schork Group dalam catatan kepada klien pada hari Senin.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM