News & Research

Reader

Danantara Bakal Genjot Industri Baja & Transportasi Nasional dari Hulu ke Hilir
Thursday, February 05, 2026       14:43 WIB
  • Krakatau Steel sehat finansial dan siap tambah kapasitas 3 juta ton baja.
  • Integrasi hulu-hilir: PT PAL fokus kapal, PT INKA fokus kereta api dengan baja lokal.
  • Roadmap nasional: sejalan arahan Presiden Prabowo untuk menjadikan industri basis pertumbuhan ekonomi dan mengurangi impor.

Ipotnews - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya siap mendorong pertumbuhan industri nasional dari hulu hingga hilir secara besar-besaran. Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan industri sebagai basis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Danantara juga menyiapkan proyek pengembangan hulu dengan penambahan kapasitas produksi baja hingga tiga juta ton yang ditargetkan dapat dilakukan ground breaking bulan depan. Hal ini menjadi angin segar bagi PT Krakatau Steel Tbk () lantaran perusahaan akan lebih fokus pada upaya hilirisasi baja.
"Yang pertama adalah berkaitan dengan baja, termasuk di dalamnya adalah kita melakukan perbaikan terhadap Krakatau Steel. Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (5/2).
Baja tersebut, kata Dony akan diserap oleh BUMN manufaktur seperti PT PAL dan PT INKA , yang diwajibkan menggunakan produk untuk mendukung industri perkapalan dan perkeretaapian nasional. PT PAL akan menjadi pusat manufaktur kapal, sementara PT INKA akan menjadi pusat manufaktur kereta api.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan dan perkeretaapian kita," kata Dony.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa strategi ini akan memperkuat transportasi massal berbasis kereta api, termasuk proyek elektrifikasi di Jakarta-Cikampek, Jakarta-Rangkas, Jakarta-Sukabumi, serta lima kota lainnya.
"Dengan roadmap dari hulu hingga hilir, kami berharap kebutuhan baja yang masih didominasi impor bisa diganti dengan baja lokal. Tentu harus ada keberpihakan pemerintah untuk melindungi industri-industri yang sedang kita kembangkan," tegasnya.(Marjudin/AI)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM