News & Research

Reader

IHSG Terus Melaju Pagi Ini, Meski Dengan Moderasi Kenaikan
Wednesday, June 17, 2026       09:22 WIB
  • IHSG dibuka di level 6.321, sempat ke 6.352, mayoritas emiten berada di zona hijau.
  • Harga minyak turun tajam akibat rencana damai AS-Iran, emas naik tipis, batubara melemah.
  • BI diperkirakan akan menahan suku bunga, utang luar negeri turun, DPR dorong buyback BUMN menjadi katalis; rekomendasi saham , , .

Ipotnews - IHSG dibuka menguat di level 6.321 atau naik 67 poin dari sesi penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (15/6), yang melompat 4,12 persen ke level 6.254.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, indeks melandai dengan menguat 0,41 persen atau 25 poin ke level 6.280 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.352 serta terendah di level 6.275 yang konsisten berada di zona hijau.
Sebanyak 334 emiten yang bergerak menguat, 206 emiten melemah dan 419 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 215,7 ribu kali dengan nilai Rp2,21 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,92 triliun.
Tujuh sektor menguat dan empat sektor lainnya melemah yaitu sektor transportasi -0,41 persen menjadi 1.742, industri -0,79 persen menjadi 1.598, teknologi - 0,44 persen menjadi 6.665, energi -0,32 persen ke level 2.909.
Sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,07 persen menjadi 1.388, bahan baku 0,29 persen menjadi 1.691, konsumer non primer 0,33 persen menjadi 646, sektor keuangan 0,36 persen ke level 1.389.
Kemudian, sektor konsumer primer 0,23 persen menjadi 925, sektor infrastruktur 0,20 persen menjadi 1.822 dan properti 0,26 persen menjadi 768.
Terkait perkembangan harga komoditas terbaru, harga minyak dunia kembali turun signifikan sebesar 5,82 persen ke level USD76,05 per barel, batubara turun 0,58 persen menjadi USD145,5 per metrik ton. Sementara emas bergerak naik 0,06 persen ke USD4.333,88 per troy ounce.
Brigita Kinari, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) menjelaskan bahwa penurunan harga minyak dunia ini sebagai respons atas rencana damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang akan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pada 19 Juni 2026 di Swiss.
"Kabar terbaru, kedua belah pihak resmi mengumumkan akan menandatangani kontrak perjanjian damai, keduanya telah membuat statement sangat jelas," kata Brigita dalam IPOT Live via IG.
Sementara dari kabar domestik, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa utang luar negeri Indonesia periode April 2026 turun menjadi Rp7.881 triliun. Kemudian dari konsensus memperkirakan bahwa BI akan menahan tingkat suku bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar hari ini dan besok.
"Suku bunga diproyeksikan akan ditahan karena kemarin sudah dinaikkan secara dadakan, kalau dinaikkan lagi maka konsekuensi pembiayaan dari pemerintah akan meningkat apalagi dari sentimen global untuk perang Iran Vs AS juga sudah melandai," katanya.
IHSG dalam jangka pendek masih akan menguat terbatas melanjutkan sesi penguatan yang terjadi pada Senin lalu sebagai respons atas berbagai kabar positif domestik seperti agenda DPR yang menggelar rapat dengan Bank BUMN untuk melakukan aksi buyback serta kebijakan fiskal.
Selain itu adanya kabar bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya terkait dengan pemberian insentif kepada Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Untuk rekomendasi saham hari ini, Ia menyarankan tiga emiten unggulan yaitu sebagai berikut :
Pertama, dengan rekomendasi Buy on Pullback, entry level 630 - 650, target 695, dan stop loss 600.
Kedua, dengan rekomendasi Buy, entry level 1.745, target 1.855, dan stop loss 1.700.
Ketiga, dengan rekomendasi Buy, entry level 2.990, target 3.160, dan stop loss 2.910.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM