- Dampak ke IHSG tidak signifikan secara langsung karena pembobotan indeks berbasis kapitalisasi pasar.
- Volatilitas indeks hanya akan meningkat bila saham berkapitalisasi besar terdampak kebijakan.
- Pendewasaan pasar diharapkan terjadi, dengan transparansi harga memperkuat kepercayaan investor dan memperluas partisipasi ritel.
Ipotnews - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan kebijakan strategis dengan menurunkan batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan dari Rp50 menjadi Rp1. Lantas apakah kebijakan ini akan berpengaruh kepada laju IHSG ?
Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai dampak kebijakan tersebut terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tidak akan terlalu besar secara langsung. Menurutnya, volatilitas IHSG hanya akan signifikan apabila saham yang terdampak memiliki kapitalisasi besar dan bobot tinggi dalam indeks.
" IHSG menggunakan kapitalisasi pasar sebagai dasar pembobotan, sehingga pergerakan saham kecil dari Rp50 menjadi Rp30 atau Rp20 tidak otomatis memberikan tekanan besar terhadap indeks," ujar Hendra dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Hendra menjelaskan bahwa tepat jika penghapusan batas harga saham di level Rp50 akan otomatis membuat IHSG lebih volatil. Sebab pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada saham mana yang terkena dampak dan seberapa besar bobotnya di dalam indeks.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan ini justru dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan pasar modal Indonesia. Ia menambahkan, tugas regulator adalah memastikan proses perdagangan berlangsung tertib dan tidak mudah dimanipulasi.
"Sementara tugas investor adalah memahami risiko sebelum membeli. Dengan begitu, kebijakan ini bisa mendorong kedewasaan investor sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap mekanisme pasar," paparnya.
Dalam jangka menengah hingga akhir 2026, kebijakan ini diperkirakan akan memperkuat fondasi pasar modal Indonesia. Transparansi harga diharapkan mampu meningkatkan minat investor ritel sekaligus memperluas basis partisipasi di pasar saham.
Secara keseluruhan, penurunan batas harga saham menjadi Rp1 dinilai sebagai langkah strategis yang lebih menekankan pada kualitas pasar ketimbang sekadar menjaga level harga.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin
powered by: IPOTNEWS.COM