News & Research

Reader

WSKT Amankan Kontrak Baru Rp3,1 Triliun Hingga Periode Maret 2026
Thursday, May 07, 2026       11:16 WIB
  • Kontrak Baru Rp3,1 Triliun: Hingga Maret 2026, Waskita Karya mencatatkan nilai kontrak baru dengan dominasi proyek pemerintah pusat sebesar 60,2 persen.
  • Segmentasi pekerjaan mayoritas berupa proyek konektivitas (46%), diikuti infrastruktur air (33,9%) dan gedung (6,3%).
  • Perseroan menekankan selektivitas proyek dengan skema pembayaran bulanan dan uang muka, serta optimis kinerja meningkat seiring naiknya anggaran Kementerian PU menjadi Rp118,5 triliun.

Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk () mencatatkan total Nilai Kontrak Baru (NKB) sebanyak Rp3,1 triliun hingga Maret 2026. Perolehan kontrak tersebut didominasi oleh proyek pemerintah pusat sebanyak 60,2 persen, lalu swasta 17,1 persen, pemerintah daerah 8,9 persen, dan kontribusi anak usaha sebesar 13,7 persen.
Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa segmentasi jenis pekerjaan yang diperoleh dari kontrak tersebut mayoritas berupa infrastruktur konektivitas dengan persentase 46 persen. Disusul proyek infrastruktur air sebesar 33,9 persen serta gedung 6,3 persen.
Ermy mengatakan, raihan nilai kontrak baru pada kuartal pertama 2026 menunjukkan awal yang baik guna menjaga kinerja berkelanjutan sepanjang tahun ini. Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
"Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek investasi dan berfokus pada proyek berskema monthly payment serta memiliki uang muka," ujarnya, Kamis (7/5).
Ermy menegaskan bahwa perseroan berkomitmen menyelesaikan proyek dengan hasil terbaik. Dalam 10 tahun terakhir, lanjutnya, telah membangun 30 bendungan, 41 irigasi, 20 fasilitas Rumah Sakit (RS), 15 sarana pendidikan, serta 92 jalan tol dan 19 proyek konektivitas daerah.
"Waskita Karya berkomitmen terus mendukung Program Prioritas Presiden. Di antaranya menghapuskan kemiskinan ekstrem, pemerataan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong keberhasilan Program Hasil Terbaik Cepat," tutur Ermy.
Perseroan optimis dapat meraih lebih banyak nilai kontrak baru dan meningkatkan kinerja pada tahun ini. Keoptimisan itu didukung oleh naiknya anggaran Kementerian PU menjadi sebesar Rp118,5 triliun dari pagu indikatif awal 2026 yang sebesar Rp70,86 triliun.
(Marjudin/AI)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM