JAKARTA, investor.id -PT Jasa Marga Tbk () dan PT Nusantara Infrastructure Tbk () - dua emiten operator jalan tol--menyiapkan strategi untuk menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang kerap kali diwarnai dengan tingginya mobilitas dan kepadatan trafik lalu lintas.
Manajemen Jasa Marga menyampaikan, menjelang periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, perseroan tengah menyiapkan empat dari lima ruas jalan tol agar dapat beroperasi secara fungsional tanpa tarif guna mendukung kelancaran distribusi lalu lintas.
Kelima ruas jalan tol yang dimaksud meliputi Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban. Hingga saat ini, Jasa Marga terus mengebut konstruksi dan pembebasan lahan kelima ruas tol tersebut.
Selain menyiapkan fungsional ruas baru, emiten BUMN jalan tol ini juga memastikan kesiapan operasional seperti meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang Lebaran 2026.
Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain menjaga perkerasan jalan dalam kondisi baik, menambah petugas & kendaraan operasional, meningkatkan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center & Mobile Apps Travoy hingga menambah layanan & fasilitas di Travoy Rest dan rest area jalan tol Jasa Marga Group.
"Jasa Marga optimistis, kinerja perseroan di 2026 akan lebih baik dengan melakukan sejumlah inisiatif strategis, baik dalam menjaga pertumbuhan kinerja maupun dalam mengelola kesehatan finansial," jelas manajemen Jasa Marga dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (4/3/2026).
Strategi
Tak ketinggalan, melalui bisnis unit strategisnya, PT Margautama Nusantara atau MUN juga mengatur strategi dalam menyambut periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Melalui PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) yang mengelola Tol Makassar, memprediksi, lalu lintas kendaraan di tol tersebut akan tumbuh sekitar 6% sepanjang periode seminggu sebelum dan setelah Lebaran dibandingkan lalu lintas normal. Tepatnya, kepadatan terjadi pada seksi 1,2, dan 3 yang dikelola MMN termasuk seksi 4 yang dikelola MAN.
Berdasarkan data proyeksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah trafik mencapai 118.906 kendaraan per hari. Sedangkan, puncak arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 yang diprediksi mencapai 117.853 kendaraan per hari untuk gabungan kedua ruas Jalan Tol Makassar yang dikelola MMN dan MAN.
Demi menjaga kelancaran di gerbang tol, pengelola Jalan Tol Makassar juga menyiapkan penggunaan Toll Lane Portable untuk membuka lajur darurat (temporary lane) saat terjadi kepadatan di gerbang tol.
Dari sisi operasional, emiten jalan tol Grup Djarum ini menyiagakanpetugas tambahan khusus selama periode mudik dan balik Lebaran untuk memastikan layanan tetap prima 24 jam.
Seluruh ruas jalan tol sepanjang 24,85 km didukung oleh 41 gardu tol (otomatis dan hybrid), serta armada pelayanan seperti kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli. Pemantauan waktu nyata (real-time) melalui CCTV terintegrasi juga terus dilakukan untuk merespons cepat setiap gangguan di lapangan.
Sementara terkait pengumuman diskon tarif tol untuk ruas jalur mudik yang disampaikan Pemerintah, Jalan Tol Makassar sebagai jalan tol dalam kota dengan karakteristik pengguna komuter bukan termasuk kategori ruas yang menerapkan diskon tersebut.
Direktur Utama MMN, Ismail Malliungan, menegaskan sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum, tidak ada kegiatan konstruksi selama periode Lebaran. "Kami menyiagakan tim teknik dan stok material yang cukup untuk mengantisipasi perbaikan darurat jika diperlukan. Seluruh sistem pengawasan berjalan optimal agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap lancar di tengah momentum Lebaran" jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
Direktur Utama MAN, Anton Sujarwo, mengingatkan, pentingnya kenyamanan pengendara selama perjalanan. "Fokus utama kami memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama di momen penting seperti mudik dan silaturahmi ini, melalui pengelolaan mobilitas yang adaptif dan berbasis data," tandasnya.
Sumber : investor.id
powered by: IPOTNEWS.COM