JAKARTA, investor.id -PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ()memperkenalkan strategi transformasi perusahaan bertajuk " Reborn" sebagai upaya memperkuat fondasi organisasi, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri baja global.
Direktur Utama (Dirut) Krakatau Steel, Akbar Djohan mengatakan strategi tersebut dirancang untuk mengubah tantangan seperti volatilitas ekonomi global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.Menurut dia, program " Reborn" menjadi momentum bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi dari pola kerja bertahan menuju organisasi yang lebih adaptif dan berorientasi pada kinerja.
"Krakatau Steel tidak pernah kehilangan kekuatannya; hari ini kita sedang membangkitkan kesadaran kolektif atas kapabilitas besar yang selama ini terpendam. Melalui Reborn, kita secara resmi meninggalkan pola pikir bertahan dan mulai melangkah dengan mentalitas juara yang berlandaskan pada kolaborasi tanpa batas serta standar kualitas kelas dunia," ujar Akbar.
Strategi " Reborn" disusun sebagai kerangka transformasi organisasi yang menitikberatkan pada penguatan ketangguhan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas eksekusi bisnis. Perusahaan mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang berorientasi bisnis serta organisasi yang lebih lincah dalam merespons perubahan pasar.
Dalam kerangka tersebut, perusahaan juga menempatkan inovasi sebagai penggerak utama untuk meningkatkan kinerja operasional dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
"Dengan menjadikan renewal through Innovation sebagai motor penggerak, seluruh upaya ini bermuara pada satu visi kolektif: mewujudkan Krakatau Steel sebagai National Pride with Global Standards melalui pencapaian KPI yang terukur dan akuntabel," imbuh Akbar.
Sementara Direktur SDM Krakatau Steel, Suryantoro Waluyo mengatakan bahwa transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja dan keselarasan tujuan organisasi.
Ia menjelaskan, perusahaan berupaya mendorong setiap karyawan berperan sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi terhadap kinerja perusahaan, termasuk melalui peningkatan kesadaran organisasi, rasa memiliki, serta urgensi dalam mencapai target kinerja.
Melalui program Reborn, perusahaan menargetkan pendapatan konsolidasi sebesar US$1,6 miliar pada 2026 sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan ( RKAP ) tahun 2026.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi operasional, penguatan kolaborasi antara perusahaan induk dan anak usaha, serta fokus pada kegiatan bisnis yang berdampak langsung terhadap profitabilitas.
Berdiri sejak 1970, Krakatau Steel merupakan perusahaan manufaktur baja yang terintegrasi. Selain bisnis utama di sektor industri baja, perusahaan juga mengembangkan berbagai lini usaha pendukung, termasuk kawasan industri, layanan kepelabuhanan dan logistik, penyediaan air industri, serta energi melalui pembangkit listrik.
Selain itu, perusahaan menjalin sejumlah kemitraan strategis dengan perusahaan dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang dalam pengembangan industri baja dan infrastruktur pendukung.
Melalui transformasi Reborn, Krakatau Steel menargetkan penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investasi baru.
Sumber : investor.id
powered by: IPOTNEWS.COM