JAKARTA, investor.id -Saham PT PP Presisi Tbk (), emiten jasa pertambangan dan konstruksi, loncat pada perdagangan Selasa (30/12/2025). Muncul kabar berhasil meraih kontrak besar.
Hingga akhir perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/12/2025), saham melonjak 28,2% ke level Rp 177. Dengan begitu, saham telah naik tajam 39,3% dalam sepekan terakhir.
Selama sebulan, melejit 48,7% dan periode year to date (ytd) terbang 221,8%.
Di tengah lompatan harga saham hari ini, perseroan mengumumkan perolehan tambahan kontrak baru senilai Rp 1,2 triliun. Capaian menjelang tutup tahun 2025 tersebut turut memperkuat portofolio di sektor jasa pertambangan dan konstruksi.
meraih tiga kontrak baru yang terdiri atas proyek jasa pertambangan, konstruksi jalan nasional, dan pembangunan fasilitas pengolahan batu bara. Kontrak terbesar berasal dari proyek jasa pertambangan di Halmahera senilai Rp 602 miliar. Proyek ini merupakan pekerjaan tambah dari kontrak e x isting .
Kontrak berikutnya adalah pembangunan Jalan Nasional Jantho-Keumala Seksi 3 di Aceh dengan nilai Rp 252 miliar. Ini bisa memperkuat rekam jejak dalam pembangunan infrastruktur strategis pemerintah.
Selain itu, melalui anak usahanya juga memperoleh proyek coal processing plant dan overland conveyor system di Kalimantan Timur sebesar Rp 335 miliar. Proyek ini memperluas penetrasi di sektor hilir pertambangan.
"Capaian ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan SDM, armada alat berat, serta penerapan standar K3 dan lingkungan yang tinggi, kami optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dan berkualitas," kata Direktur Utama , Rizki Dianugrah dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).
Dia menegaskan, perolehan tambahan pekerjaan pada proyek pertambangan menunjukkan stabilitas hubungan bisnis serta kemampuan perseroan menjaga kualitas layanan.
Dengan tambahan kontrak Rp 1,2 triliun, PP Presisi () makin menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi proyek-proyek konstruksi dan pertambangan di berbagai wilayah Indonesia. juga memastikan bahwa ekspansi portofolio akan tetap berlandaskan prinsip e nvironmental, s ocial, and g overnance (ESG), serta efisiensi operasional.
Sumber : investor.id
powered by: IPOTNEWS.COM