News & Research

Reader

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan Dalam RDG Bulan Juni
Thursday, June 20, 2024       11:06 WIB

Ipotnews - Bank Indonesia diprediksi tetap menahan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni 2024 pada hari Kamis (20/6), karena perekonomian Amerika Serikat terlihat mulai melambat.
Macroeconomic Analyst, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (), Irman Faiz mengatakan tanda tanda perlambatan ekonomi Amerika Serikat mulai kelihatan. "Ini terlihat dari data penjualan ritel AS yang melemah," kata Irman saat dihubungi Ipotnews hari ini.
Penjualan ritel AS naik 0,1% bulan Mei 2024, menurut data Biro Sensus Departemen Perdagangan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel naik 0,3% di bulan Mei.
Selain itu inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen AS bulan lalu juga mulai sedikit melandai. Ini membuat Irman memperkirakan BI akan memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah memburuknya ketahanan eksternal dengan mempertahankan suku bunga kebijakan sebesar 6,25% sepanjang tahun.
"BI akan mulai melakukan normalisasi selisih suku bunga dengan memperlebar selisih antara BI rate dan Federal Funds Rate (FFR) menjadi 100 basis poin, dengan penurunan FFR sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2024," ujar Irman.
RDG BI bulan ini berlangsung pada 19-20 Juni 2024. Konsensus CNBC Indonesia yang dihimpun dari 11 lembaga/institusi dengan sepakat memperkirakan BI akan tetap di level 6,25% atau tidak mengalami kenaikan maupun penurunan pada pertemuan Juni ini.
Sebelumnya, pada RDG BI periode April 2024, BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Kemudian dilanjutkan dengan menahan suku bunganya pada Mei 2024 mengingat kondisi rupiah cenderung relatif stabil.
Para pelaku pasar memperkirakan akan ada pemangkasan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve sebanyak dua kali pada tahun ini. Walaupun harapan ini tidak didukung oleh para pejabat The Fed yang bernada negatif.
Menurut perangkat FedWatch, peluang The Fed memangkas suku bunga akan terjadi pada September dan Desember. Masing-masing sebanyak 25 basis poin dari saat ini 5,25% - 5,50% menjadi 4,75% - 5,00% pada akhir tahun.
(Adhitya)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM