News & Research

Reader

Bandara Kediri Telan Dana Rp 13 T, Anak Usaha GGRM Ungkap Rencana Besar
Saturday, December 09, 2023       15:42 WIB

KEDIRI, investor.id - Anak usaha PT Gudang Garam Tbk ( GGRM ), yakni PT Surya Dhoho Investama ( SDHI ) mengungkap pembangunan Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, menelan angka investasi mencapai Rp 13 triliun.
Direktur PT Surya Dhoho Investama ( SDHI ) Maksin Arisandi, mengungkap jumlah investasi tersebut bakal menyasar target tiga tahap angkutan mencapai 10 juta penumpang per tahun.
"Jadi kita ada tahapan. Nanti tahap 1 itu estimasi 1,5 juta penumpang, tahap 2 estimasi 4,5 juta penumpang, dan terakhir 10 juta penumpang per tahunnya," kata Maksin, saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, Jumat (8/12/2023).
Ia menegaskan, telah menyediakan budget investasi sebanyak Rp 13 triliun. "Jadi budget yang sudah kita siapkan sampai di angka Rp 13 triliun," tegasnya.
Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi, mengapresiasi keterlibatan pihak swasta seperti PT SDHI untuk melakukan pembangunan transportasi Bandara berkelas internasional tersebut.
Jadi Contoh
Menurut dia, Bandara Dhoho Kediri ini menjadi bentuk proyek sukses dari sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha ( KPBU ) pertama di Indonesia. "Ini adalah satu contoh bahwa Indonesia memiliki perusahaan swasta yang memiliki komitmen untuk membangun produktifitas Indonesia dan internasional," ungkap Budi.
Ia berharap, banyak perusahaan swasta yang mencontoh dari proyek KPBU Bandara Dhoho Kediri ini."Ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan swasta-swasta yang lain untuk berinvestasi di bandara," jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi ke induk PT SDHI yakni GGRM , yang bersedia bersama pemerintah melakukan KPBU Bandara Dhoho Kediri.
Selanjutnya, Bandara tersebut akan dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I sebagai BUMN yang bertanggung jawab dan mengelola bandara di Indonesia.
"Ini adalah suatu hal yang sangat penting. Diketahui Jawa Timur adalah sebuah provinsi yang mempunyai jumlah penduduk terbesar kedua secara nasional. Sehingga memang dibutuhkan keberadaan Bandara yang ada di wilayah selatan JawaTimur," pungkasnya.

Sumber : investor.id

powered by: IPOTNEWS.COM