News & Research

Reader

Bursa Saham Eropa Dibuka Cenderung Menguat, Investor Bersikap Hati-hati
Wednesday, May 12, 2021       14:46 WIB

Ipotnews - Bursa saham Eropa hari ini , Rabu (12/5), dibuka sedikit menguat. Investor bersikap berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan sejumlah emiten besar, termasuk angka inflasi Amerika Serikat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600, naik 0,3% pada awal sesi perdagangan, dipimpin peningkatan harga saha sektor sumber daya dasar sebesar 0,9%, yang diimbangi penurunan harga saham sektor otomotif sebesar 0,8%.
Mengutip CNBC , indeks FTSE 100 Inggris dibuka naik 0,38%, atau 26,13 poin menjadi 6.974,12. Indeks Dax 30 Jerman dan CAC 40 Prancis sama-sama menguat tipis 0,06% ke posisi 15.128,92, dan 6.270,91.
Hari ini bursa saham Eropa disibukkan oleh rilis kinerja keuangan sejumlah emitan; EDF, Allianz, Bayer, Commerzbank, TUI Group dan RWE sebelum bel.
Investor juga akan mengawasi rilis data inflasi utama AS pada hari ini. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa kenaikan inflasi yang cepat dapat memaksa Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga dan pererapan langkah-langkah pengetatan lainnya yang akan mempengaruhi bank sentral global. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan setiap kenaikan inflasi seharusnya bersifat sementara.
Menurut perkiraan Dow Jones , indeks harga konsumen AS pada April lalu tumbuh 0,2% dari bulan sebelumnya, mewakili lonjakan 3,6% sejak tahun lalu. Lonjakan indeks harga konsumen utama ini akan menjadi yang terbesar sejak September 2011. Data tersebut akan dirilis pada pukul 8:30 pagi waktu setempat (ET).
Bursa saham Asia-Pasifik sebagian besar mengalami pelemahan pada hari ini, karena investor tetap berhati-hati mengantisipasi kekhawatiran inflasi yang meningkat.
Rilis data di China menunjukkan harga gerbang pabrik naik pada tingkat tercepat dalam tiga setengah tahun pada April lalu, sementara harga konsumen naik pada kecepatan yang lebih moderat.
Harga saham di bursa berjangka AS turun pada awal perdagangan Rabu setelah hari terburuk yang dialami indeks Dow Jones sejak Februari. Indeks  future  Dow turun lebih dari 200 poin, S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga tergelincir. ( CNBC )

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM