News & Research

Reader

S&P 500 dan Nasdaq Closing Pada Rekor Baru Terkatrol Emiten AI
Saturday, March 02, 2024       06:52 WIB

Ipotnews - Market saham di Amerika Serikat menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi ditopang saham-saham teknologi yang menguat karena antusiasme yang terus berlanjut terhadap kecerdasan buatan (AI), didukung penurunan lebih lanjut imbal hasil US Treasury.
Kenaikan tersebut menandai rekor penutupan kedua berturut-turut untuk Nasdaq yang juga mencetak rekor intraday karena nama-nama terkait AI seperti Nvidia dan Meta Platforms mengerek Nasdaq melampaui rekor sebelumnya di level 16,212.23 yang dicapai pada November 2021.
Hingga akhir bulan Februari, tiga indeks utama di Wall Street AS mencatat kenaikan selama empat bulan berturut-turut dalam reli yang sebagian besar didorong oleh prospek pertumbuhan terkait AI, yang juga mengangkat nama-nama perusahaan semikonduktor.
Pada hari Jumat, saham Nvidia naik 4% dan ditutup di atas nilai pasar $2 triliun untuk pertama kalinya. Rival Advanced Micro Devices (AMD) naik 5,25% ke rekor penutupan tertinggi di harga$202,64. Sedangkan indeks semikonduktor Philadelphia juga ditutup pada rekor setelah melonjak 4,29% pada sesi tersebut.
Pasar mendapat dukungan dari ketahanan perekonomian karena investor mencoba mengukur waktu penurunan suku bunga pertama yang dilakukan oleh Federal Reserve. Investor saat ini menargetkan pada bulan Juni. Juga faktor meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral dapat merancang soft landing untuk perekonomian.
"Karena perekonomian berjalan baik dan inflasi masih sedikit kaku, The Fed akan lebih lambat menurunkan suku bunganya," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York. "Tetapi hal ini merupakan hal yang baik karena kita secara bertahap akan keluar dari siklus suku bunga yang lebih tinggi dan kita tidak perlu melakukan pemotongan suku bunga secara agresif."
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,23% ke posisi 39.087. Indeks S&P 500 menguat 0,80% ke level 5.137 dan Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,14% di posisi 16.274. Untuk minggu ini, S&P 500 naik 0,95%, Nasdaq naik 1,74%, dan Dow turun 0,11%.
Meskipun sektor jasa kuat dan pasar tenaga kerja ketat, perekonomian masih menunjukkan kelemahan, terutama di bidang manufaktur. Walaupun data pada hari Jumat menunjukkan beberapa tanda kemungkinan pemulihan. Hal ini membantu mendorong imbal hasil Treasury AS lebih rendah, dengan imbal hasil obligasi dua tahun turun ke level 4,519%.
Gubernur Fed Chris Waller mengatakan keputusan mendatang mengenai ukuran akhir neraca tidak ada hubungannya dengan upaya melawan inflasi. Rekan Gubernur Fed, Adriana Kugler mengatakan dia optimistis kemajuan disinflasi akan terus berlanjut tanpa melemahnya pasar tenaga kerja secara signifikan, dan bahwa bank sentral telah menghindari spiral tingkat upah. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan terlalu dini untuk memprediksi kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya.
Indeks teknologi S&P 500 adalah yang berkinerja terbaik dari 11 sektor utama, memperoleh kenaikan 1,78%. Sementara utilitas adalah yang terlemah, menunjukkan penurunan sebesar 0,72%.
Di antara penggerak utama pasar, saham New York Community Bancorp anjlok 25,89% setelah pemberi pinjaman regional tersebut mengatakan telah menemukan "kelemahan material" dalam pengendalian internal terkait dengan tinjauan pinjamannya dan merevisi kerugian kuartal keempat menjadi 10 kali lipat. Hal ini membantu mengirim indeks perbankan regional KBW melemah 1,27%.
Dell Technologies melonjak 31,62%, persentase kenaikan harian terbesar yang pernah ada, setelah pembuat komputer pribadi tersebut memperkirakan pendapatan dan laba tahunan di atas perkiraan Wall Street.
Kenaikan Dow sebagian tertahan oleh penurunan 1,83% saham Boeing setelah sebuah laporan mengatakan pembuat pesawat itu sedang dalam pembicaraan untuk membeli pemasok Spirit AeroSystems.
(reuters)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru