Harga Minyak Turun, Bursa Eropa Bangkit Setelah Keputusan The Fed
Friday, September 18, 2026       03:31 WIB
  • STOXX 600 naik 0,86%, didorong saham tambang dan otomotif.
  • FTSE 100 naik 1,19%, DAX +0,70%, CAC 40 +0,57%.
  • Allegro melonjak 9,5%, Bilfinger anjlok 21,4%.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melesat, Kamis, setelah kejatuhan harga minyak dan meredanya aksi jual di pasar obligasi global mendorong selera risiko investor, sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,86% atau 5,51 poin menjadi 642,60, dengan mayoritas bursa regional mencatat hasil positif, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (17/9) atau Jumat (18/9) dini hari WIB.
Saham pertambangan logam memimpin penguatan dengan lonjakan 2,1%. Saham otomotif juga melompat 1,7%, ditopang kenaikan sekitar 2% pada saham BMW, Renault, dan Volkswagen.
Harga minyak Brent melanjutkan penurunan untuk hari kedua setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak melalui Oman. Kendati demikian, harga minyak masih bertahan di atas USD100 per barel. Di tengah pelemahan harga minyak, sektor energi Eropa tetap bergerak positif meski hanya naik 0,1%.
Kenaikan saham Eropa juga dipengaruhi oleh keputusan the Fed mengerek suku bunga, Rabu, yang menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun. Langkah tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama dunia semakin agresif dalam mengendalikan inflasi.
Imbal hasil US Treasury melorot, Kamis, ketika investor mencerna keputusan the Fed serta sinyal mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
"Kenaikan kemarin pada dasarnya adalah upaya untuk memulihkan kembali kredibilitas the Fed," kata Luca Bindelli, Kepala Strategi Investasi Lombard Odier.
Menurut dia, keputusan tersebut turut diikuti penurunan volatilitas suku bunga yang sebelumnya menekan sentimen investor dan, khususnya, memberikan tekanan terhadap valuasi saham.
Selain the Fed, perhatian investor tertuju pada Bank of England (BoE) yang mempertahankan suku bunga, tetapi memperingatkan bahwa lonjakan biaya energi akan semakin memperkuat tekanan inflasi.
Indeks saham unggulan Inggris, FTSE 100, ditutup melonjak 1,19% atau 127,67 poin menjadi 10.816,14, penguatan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan. Rekan-rekannya juga menghijau. Indeks DAX Jerman meningkat 0,70% atau 178,96 poin ke posisi 25.716,71 dan CAC 40 Prancis bertambah 0,57% atau 46,34 poin jadi 8.186,93.
Sementara itu, inflasi zona euro untuk Agustus direvisi sedikit lebih rendah menjadi 3,2% secara tahunan dari estimasi awal sebesar 3,3%.
Di Swedia, Perdana Menteri Ulf Kristersson menyatakan akan mengundurkan diri setelah oposisi kiri-tengah meraih mayoritas tipis di parlemen dalam pemilu pada Minggu.
Partai Sosial Demokrat yang dipimpin mantan Perdana Menteri Magdalena Andersson diperkirakan memimpin pembicaraan untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Indeks acuan saham Swedia menguat 1,1%.
Di pasar saham, Berentzen meroket 19,4% setelah produsen minuman beralkohol asal Jerman tersebut mengonfirmasi tengah melakukan negosiasi terkait potensi tawaran pengambilalihan dari pabrikan alkohol Sazerac yang berbasis di New Orleans.
Allegro, platform e-commerce terbesar di Polandia, juga menjadi salah satu penguat utama setelah menaikkan proyeksi kinerja 2026 dan mengonfirmasi bahwa hasil kuartal II melampaui panduan sebelumnya. Saham Allegro melambung 9,5% dan menjadi penguat terbesar di STOXX 600.
Saham Helvetia Baloise melejit 5,3% setelah grup asuransi Swiss tersebut merilis kinerja semester I dengan laba yang disesuaikan berada di atas ekspektasi pasar.
Sebaliknya, Bilfinger mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarahnya, yakni 21,4%, setelah perusahaan jasa industri asal Jerman itu kembali memangkas proyeksi 2026 untuk kedua kalinya.
Saham Raiffeisen Bank International juga merosot 6% setelah Grizzly Research mengungkapkan posisi short terhadap bank asal Austria tersebut. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM