DCII dan MLPT Susut, GOTO Bahkan ARB; Jadikan IDXTECHNO Indeks Sektoral Paling Tertekan
Thursday, October 01, 2026       17:12 WIB
  • IDXTECHNO menjadi sektor dengan penurunan terdalam, anjlok 3,93 persen saat IHSG tersungkur 1,02 persen ke level 6.009.
  • kembali ARB 12,5 persen ke level 28, sementara IDXTRANS dan IDXBASIC masing-masing turun 2,03 persen dan 1,99 persen.
  • IDXENERGY menjadi satu-satunya sektor yang menguat, naik 0,32 persen, ditopang (+4,67%) dan (+2,37%).

Ipotnews - Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10), yakni anjlok 3,93 persen di tengah Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tersungkur 1,02 persen ke level 6.009.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , koreksi IDXTECHNO mencapai 3,93 persen terutama terlihat pada sejumlah saham konstituennya. sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp461 triliun, harga sahamnya melorot 2,12 persen ke 193.800. Adapun sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp43,8 triliun, harga sahamnya anjlok 4,59 persen ke 935.
Sementara itu, sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp31,9 triliun, harga sahamnya ambles 12,5 persen ke level 28 alias kembali mengalami auto-rejection bawah (ARB). Saham-saham di indeks sektor teknologi yang mengalami penurunan paling dalam pada hari ini juga tercatat nama dan diikuti (-6,7%).
Setelah IDXTECHNO, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) terjerembab 2,03 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham yang mengalami ARB (-12,8%) dan juga ARB (-12,5%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) tersungkur 1,99 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan juga ARB (-9,7%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) terperosok 1,81 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham yang mengalami ARB (-14,8%) dan (-6,2%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melorot 1,17 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada yang mencatatkan ARB (-12,5%) dan (-9,5%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) merosot 0,92 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-14,3%) dan juga ARB (-13,6%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menurun 0,83 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham (-9,6%) dan mengalami ARB (-8,8%).
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,64 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada (-5,4%) dan (-4,3%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah tipis 0,1 persen, dengan koreksi terdalam pada saham yang mengalami ARB (-14,8%) dan juga ARB (-14,7%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau stagnan, dengan pelemahan terbesar pada (-7,8%) dan (-6,8%).
Berbeda dengan mayoritas indeks sektoral lainnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) tercatat menguat 0,32 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp388 triliun, harga sahamnya justru menurun 1,27 persen ke level 11.650.
Namun sebaliknya, yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp215 triliun, mengalami lonjakan harga saham sebesar 4,67 persen ke 1.120. Lalu, yang merupakan emiten dengan market cap terbesar ketiga di sektor ini senilai Rp97,2 triliun, harga sahamnya melejit 2,37 persen ke 865. Dua saham sektor energi yang menguat paling tinggi adalah (+21,2%) dan (+16,5%).(Budi/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM